<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Supriyanto</title>
	<atom:link href="http://supriyanto2koma.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com</link>
	<description>Islam Adalah Penerang Hidup KU</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 01:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='supriyanto2koma.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d4b144000af41de666f8e71e41cf51c3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Supriyanto</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://supriyanto2koma.wordpress.com/osd.xml" title="Supriyanto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://supriyanto2koma.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah Peradaban Yahudi (Israel)</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/20/sejarah-peradaban-yahudi-israel/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/20/sejarah-peradaban-yahudi-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 18:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[my posting]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengetahui sejarah Yahudi harus membicarakan nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim disebut sebagai imam agama moneistik (Tauhid), yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Nabi Ibrahim berasal dari Babylonia, anak seorang pemahat patung istana bernama Azar. Beliau menentang penyembahan patung yang menyebabkannya dihukum bakar, tapi Allah menyelamatkannya. Beliau, bersama Sarah isterinya, hijrah ke Kanaan (Palestina Selatan), kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=236&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-239" title="sejarah yahudi" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg?w=460" alt=""   /></a>Untuk mengetahui sejarah Yahudi harus membicarakan nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim disebut sebagai imam agama moneistik (Tauhid), yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Nabi Ibrahim berasal dari Babylonia, anak seorang pemahat patung istana bernama Azar. Beliau menentang penyembahan patung yang menyebabkannya dihukum bakar, tapi Allah menyelamatkannya. Beliau, bersama Sarah isterinya, hijrah ke Kanaan (Palestina Selatan), kemudian pergi ke Mesir dan menetap di sana sementara waktu karena di Kanaan terjadi paceklik.</p>
<p>Usia Nabi Ibrahim semakin menginjak usia senja, tapi belum juga dikaruniai anak. Kemudian beliau menikahi—atas perkenaan Sarah—seorang wanita cantik bernama Hajar. Sebenarnya Hajar adalah wanita merdeka, bukan seorang budak. Ia adalah anak dari Raja Mesir, Fir’aun (Syaikh Shafiyyur-rahman Al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, 1997: 28). Kemudian beliau sekeluarga meninggalkan Mesir kembali ke Palestina.<span id="more-236"></span></p>
<p>Di Palestina, lahir anak dari Hajar bernama Ismail. Sarah merasa cemburu dan meminta agar Nabi Ibrahim menjauhkan mereka darinya. Allah membimbing Nabi Ibrahim menuju lembah tandus dan gersang, yaitu Makkah; daerah yang belum dihuni manusia satu pun. Nabi Ibrahim membekali keduanya dengan wadah air dan korma kemudian kembali ke Kanaan. Setelah bekal dan air telah habis, tiba-tiba air Zamzam memancar berkat karunia Allah. Nabi Ibrahim mengunjungi Nabi Ismail dan Hajar sebanyak empat kali. Pada pertemuan ketiga mereka sepakat membangun Ka’bah (Ibid., h. 29-30). Dari keturunan Nabi Ismail as. inilah lahir nabi penghujung zaman, yaitu Nabi Muhammad Saw.</p>
<p>Nabi Ibrahim dikaruniai anak dari Sarah yang bernama Ishaq. Kemudian Nabi Ishaq as. dikaruniai anak bernama Yaqub, yang digelari dengan Israel. Nabi Yaqub as. mempunyai dua isteri dan 12 anak. Dari isteri pertama lahir dua anak (nabi Yusuf as. dan Benyamin), sedangkan dari isteri kedua lahir sepuluh orang anak. Yaqub lebih mencintai Nabi Yusuf as. daripada anak-anaknya yang lain. Sehingga mereka bersepakat untuk melenyapkan nabi Yusuf as. Tapi Allah menyelamatkannya dan membawanya ke Mesir, pusat peradaban waktu itu. Di sana beliau menjadi menteri untuk menanggulangi ancaman kelaparan. Keturunan nabi Yaqub (Israel) berkembang biak di Mesir dan terbagi menjadi dua belas suku.</p>
<p>Dari keturuan Yaqub lahir Nabi Dawud as. (David) yang menjadi raja kerajaan Judea Samaria. Kemudian digantikan oleh anaknya, Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman as., membawa bangsa Yahudi ke zaman keemasan. Yerussalem dibangun pada dataran di atas bukit Zion dan menjadi pusat kota serta didirikan tempat ibadah yang megah. Orang Arab menyebutnya Haikal Sulaiman (Kuil Sulaiman, Solomon Temple), al-Masjid al-Aqsa, dan al-bait al-Maqdis.<br />
Akibat kesombongan kaum Yahudi (Israel), Allah murka dan mengazab mereka. Akhirnya kerajaan mereka hancur dan mereka mengalami pengusiran demi pengusiran, penyiksaan serta perbudakan. Allah menurunkan Nabi Isa as. untuk memberikan peringatan kepada kaum Yahudi agar hidup sesuai dengan ajaran Allah. Kesengsaraan kaum Yahudi terus berlanjut, terlebih pada masa Nazi Hitler, kaum Yahudi Jerman mengalami etnis cleansing. Setelah berjalannya waktu, muncul ideologi baru tubuh umat Yahudi yang dikenal dengan Zionis.</p>
<p>Ideologi Zionisme<br />
Ideologi zionis menyatakan bahwa bangsa Yahudi adalah “bangsa pilihan” dan Bani Israil lebih unggul dari manusia yang lain. Lebih dari itu, kaum zionis merasa berhak melakukan kekejaman atas bangsa lain. Idiologi rasis ini masuk ke dalam agenda dunia di akhir-akhir abad ke sembilan belas oleh Theodor Herzl (1860-1904), seorang wartawan Yahudi asal Austria.</p>
<p>Herzl dan teman-temannya membuat propaganda menjadikan kaum Yahudi sebagai ras terpisah dari Eropa. Pemisahan ini tidak akan berhasil jika mereka masih hidup “serumah” dengan masyarakat Eropa. Karena itu, membangun tanah air kaum Yahudi menjadi sangat penting. Theodor Herzl, sang pendiri zionisme, mulanya memilih Uganda. Kemudian Sang Zionis memutuskan untuk memilih Palestina. Alasannya, Palestina dianggap sebagai “tanah air kaum Yahudi” dan “tanah yang dijanjikan Tuhan”. Inilah pangkal mula kenapa tanah Palestina terus dibanjiri air mata dan darah sampai saat ini.</p>
<p>Penentangan terhadap ideologi zionis dan pendirian “Negara Israel” tidak hanya datang dari umat Islam, tapi juga dari orang Nasrani dan Yahudi. Mendiang Benjamin Beit-Hallahmi—akademisi di universitas-universitas Israel—mengkritik kekerasan Israel terhadap Palestina dan menyatakan perdamaian hanya bisa dicapai jika Israel menyingkirkan ideologi zionisnya. Noam Chomsky, orang Yahudi, menulis banyak buku dan artikel yang sangat kritis terhadap zionisme dan kebijakan negara Israel serta yang mendukungnya.</p>
<p>Di awal tahun 1980-an muncul kalangan akdemisi Yahudi yang menamakan diri “para sejarawan baru.” Mereka menyatakan keyakinan Israel sebagai “bangsa pilihan” adalah sebuah kebohongan. Menurut Tom Segev, anggota terpenting “sejarawan baru”, “Hampir hingga sekarang, kita tidak mempunyai sejarah negara ini (Palestina) yang sebenarnya, selain mitos.” Dulu, kritik seperti ini hanya disuarakan akademisi dan cendekiawan Muslim. Sekarang dinyatakan keras oleh banyak orang-orang Yahudi dan akademisi Kristen yang mencoba menilai kembali sejarah dengan sudut pandang yang tidak dipengaruhi oleh kepentingan.</p>
<p>Penentangan terhadap kezaliman Israel juga datang dari tentara Israel. Penyerbuan ke Lebanon di tahun 1982, sekelompok kecil tentara telah menolak bertugas untuk angkatan bersenjata Israel. Mereka tidak ingin menjadi bagian dari pemusnahan bangsa atas orang-orang sipil Libanon. Mereka kemudian dipenjara. Pada Januari 2002, sekitar 25 tentara menandatangani surat terbuka kepada media Israel; mereka menolak bertugas di daerah-daerah pendudukan dan mengumumkan pernyataannya di depan publik. Pada Februari 2002, anggota mereka mencapai 250. Saat ini mereka menerima dukungan besar dari kelompok-kelompok perdamaian, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, pemimpin-pemimpin keagamaan, dan orang-orang Israel serta Palestina (tragedi.palestina.com).</p>
<p>Apa yang dikemukakan di atas hanyalah sekelumit fakta bahwa tidak semua orang Yahudi setuju dengan berdirinya “Negara Israel” dan kelalimannya. Semua ini hendaknya menyadarkan umat Islam bahwa memusuhi semua umat Yahudi adalah tidak tepat karena tidak semua orang Yahudi mendukukung kekejaman negara Israel, bahkan menentang berdirinya Negara Israel dan ideologi zionisnya. Pendeknya, “tidak semua orang Yahudi Zionis.”</p>
<p>Mengindetikkan semua orang Yahudi dengan zionisme adalah sebuah kesalahan. Sama salahnya mengidentikkan umat Islam dengan teroris, karena segelintir pelaku teror bom yang mengatasnamakan agama. Seharusnya umat Islam membenci ideologi rasis zionis dan pemeluk serta pendukungnya. Umat Islam tidak boleh mengibarkan anti-semistisme.(CMM)</p>
<p>Sumber : Deny Suito <a href="http://www.cmm.or.id/" target="_blank">http://www.cmm.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=236&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/20/sejarah-peradaban-yahudi-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">sejarah yahudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GENERASI AL-QURAN YANG UNIK</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/11/generasi-al-quran-yang-unik/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/11/generasi-al-quran-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 21:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[my posting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah Islamiyah telah pun melahirkan satu generasi manusia, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim, iaitu suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah Islam dan di dalam sejarah kemanusiaan seluruhnya. Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa peribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=226&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah Islamiyah telah pun melahirkan satu generasi manusia, generasi<br />
sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim, iaitu suatu generasi yang paling<br />
istimewa di dalam sejarah Islam dan di dalam sejarah kemanusiaan seluruhnya.<br />
Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat<br />
juga beberapa peribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir<br />
lagi segolongan besar manusia, di satu tempat yang tertentu pula, seperti yang<br />
telah muncul dan timbul di dalam peringkat pertama dari penghidupan dakwah<br />
ini.<br />
Ini adalah satu fakta dan kenyataan yang terang dan memanglah telah<br />
berlaku, mempunyai maksud-maksud tertentu yang perlu kita perhatikan dan<br />
sayugia kita merenungnya bersungguh-sungguh, agar dapat kita menyelami<br />
rahsianya.<br />
Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini masih berada bersama-sama<br />
kita. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk daripada perjalanan hidup dan<br />
sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita, seperti juga kedua-duanya<br />
telah ada bersama-sama dengan generasi yang terdahulu itu, tidak jejas oleh<br />
perjalanan sejarah dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri peribadi<br />
Rasulullah SAW sahaja yang telah tiada lagi bersama-sama kita sekarang. Adakah<br />
ini rahsianya?<br />
Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini masih berada bersama-sama<br />
kita. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk daripada perjalanan hidup dan<br />
sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita, seperti juga kedua-duanya<br />
telah ada bersama-sama dengan generasi yang terdahulu itu, tidak jejas oleh<br />
perjalanan sejarah dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri peribadi<br />
Rasulullah SAW sahaja yang telah tiada lagi bersama-sama kita sekarang. Adakah<br />
ini rahsianya?<br />
Tetapi Allah SWT telah membuat jaminan untuk memelihara Al-Quran, dan<br />
telah mengetahui bahawa dakwah ini boleh tegak selepas zaman Rasulullah SAW<br />
pun, juga boleh membuahkan hasil yang baik; lalu diwafatkan-Nya Rasulullah<br />
SAW setelah 23 tahun beliau menjalankan tugas berdakwah dan menyampaikan<br />
perutusan Ilahi dan Allah SWT akan tetap memelihara agamaNya ini hingga ke<br />
hari kiamat. Dengan demikian maka ketiadaan diri peribadi Rasulullah SAW itu<br />
tidak boleh dijadikan jawapan di atas kegagalan dakwah di zaman ini.<br />
Yang demikian kita perlu selidiki sebab lain yang menjadi punca kegagalan<br />
itu. Mari kita lihat kepada sumber pengambilan generasi pertama itu. Mungkin<br />
sesuatunya telah berubah. Kemudian kita lihat pula kepada program dan jalan<br />
yang telah dilalui mereka, barangkali ada sesuatu yang berlainan dan berbeza.<br />
Sumber pokok yang dicedok oleh generasi pertama itu ialah Al-Quran,<br />
hanya Al-Quran sahaja. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk beliau<br />
adalah semata-mata merupakan pentafsiran kepada sumber utama itu. Ketika<br />
Assaiyidah `Aisyah Radhiallahu&#8217;anha ditanya mengenai kelakuan, perangai dan<br />
perjalanan hidup Rasulullah SAW maka beliau menjawab: yang bermaksud:<br />
“kelakuan dan perjalanan hidup beliau [Rasulullah SAW] itu ialah Al-Quran”<br />
(Hadis riwayat Nasai)<br />
Hanya Al-Quran sahajalah yang menjadi sumber panduan mereka,<br />
perjalanan hidup dan gerak-geri mereka. Ini bukanlah kerana umat manusia di<br />
zaman itu tidak punya tamaddun, tidak punya kebudayaan, tidak punya pelajaran,<br />
tidak punya buku karangan dan tidak punya kajian! Sekali lagi tidak! Kerana<br />
sebenarnya di zaman itu telah pun ada tamaddun dan kebudayaan Romawi, bukubuku<br />
dan undang-undangnya, yang telah dan masih diikut dan dijadikan panduan<br />
oleh orang-orang Eropah sampai hari ini. Di sana juga telah wujud peninggalan<br />
tamaddun Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya, yang juga<br />
masih menjadi sumber pemikiran Barat hingga sekarang; malah di sana juga telah<br />
wujud tamaddun dan peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan<br />
dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta tamaddun lain,<br />
seperti tamaddun India, China dan lain-lain kebetulan pula kedua-dua tamaddun.<span id="more-226"></span><br />
Romawi dan Parsi berada di sekeliling semenanjung Arab, baik di utara<br />
mahu pun di selatan, ditambah lagi oleh agama Yahudi dan Nasrani yang telah<br />
wujud di tengah-tengah semenanjung itu sejak berapa lama dahulu.<br />
Jadi bukanlah faktor kekurangan tamaddun dan kebudayaan duniawi yang<br />
menyebabkan generasi pertama itu mencedok dari Kitab Allah (Al-Quran) sahaja<br />
dalam peringkat pertumbuhan mereka, tapi ialah justeru kerana “planning” yang<br />
telah ditentukan dan program yang telah diatur. Dalil yang terang atas keadaan ini<br />
ialah kemurkaan Rasulullah SAW ketika beliau melihat Sayyidina Umar bin Al-<br />
Khattab R.A. ada memegang sehelai kitab Taurat. Melihat keadaan ini beliau pun<br />
bersabda: “Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup bersama-sama kamu<br />
sekarang pun, tidak halal baginya melainkan mesti mengikut ajaranku.”<br />
(Hadis riwayat Al-hafidz Abu Ya&#8217;la dari Hammad dari Asy-sya&#8217;bi dari Jabir)<br />
Yang demikian maka dapatlah diambil kesimpulan bahawa Rasulullah<br />
SAW, bermaksud dan mengarahkan supaya sumber panduan dan pengajaran<br />
generasi pertama itu, dalam peringkat pertumbuhan mereka lagi, hanya terbatas<br />
kepada kitab Allah (Al-Quran) sahaja supaya jiwanya melurus ke arah<br />
programNya yang tunggal itu; oleh kerana itu beliau murka melihatkan Saydina<br />
Umar bin AI-Khattab R.A. cuba mencari panduan daripada sumber yang lain dari<br />
Al-Quran itu.<br />
Rasulullah SAW bertujuan membentuk satu generasi yang bersih hatinya,<br />
bersih pemikirannya, bersih pandangan hidupnya, bersih perasaannya, dan mumi<br />
jalan hidupnya dari sebarang unsur yang lain daripada landasan Ilahi yang<br />
terkandung dalam Al-Quranul Karim.<br />
Generasi sahabat-sahabat itu menerima panduannya daripada sumber yang<br />
tunggal itu sahaja. Oleh kerana itulah generasi itu telah berhasil membentuk<br />
sejarah gemilang di zamannya.<br />
Tetapi apakah yang telah terjadi kemudiannya?<br />
Sumber-sumber panduan itu rupanya telah bercampur baur!<br />
Sumber itu telah dimasuki oleh falsafah Yunani (Greek), cara berfikir dan<br />
lojikanya, dongeng-dongeng Parsi dan pandangan hidupnya, cerita-cerita Israeliat<br />
Yahudi, falsafah Ketuhanan ala-Kristian yang telah bercampur baur di dalam tafsir<br />
Al-Quran dan ilmu Al-Kalam, dan juga telah dimasuki oleh saki baki peninggalan<br />
tamaddun zaman lampau yang sukar dikikis.<br />
Di samping itu banyak lagi sumber panduan lain yang telah bercampur<br />
baur dengan tafsir Al-Quran, ilmu Al-Kalam, ilmu fiqah dan malah ilmu usuluddin<br />
juga. Campuran panduan inilah yang telah melahirkan generasi-generasi<br />
berikutnya. Oleh kerana itulah maka bentuk generasi pertama iaitu generasi para<br />
sahabat Rasulullah SAW, tidak lahir lagi kemudiannya.<br />
Memang tak dapat diragukan lagi bahawa bercampur-baurnya sumber<br />
panduan itulah yang menjadi faktor utama mengapa generasi berikutnya berlainan<br />
sama sekali dari bentuk generasi pertama yang unggul itu.<br />
Di sana ada satu lagi faktor asasi selain daripada perubahan sumber itu, iaitu<br />
berbezanya cara menerima pengajaran antara generasi para sahabat Rasulullah SAW<br />
dengan generasi-generasi kemudiannya.<br />
Mereka, iaitu para sahabat Rasulullah di dalam generasi pertama itu tidak<br />
mendekatkan diri mereka dengan Al-Quran dengan tujuan mencari pelajaran dan<br />
bahan bacaan, bukan juga dengan tujuan mencari hiburan dan penglipur lara. Tiada<br />
seorang pun dari mereka yang belajar Al-Quran dengan tujuan menambah bekal<br />
dan bahan ilmu semata-mata untuk ilmu dan bukan juga dengan maksud<br />
menambah bahan ilmu dan akademi untuk mengisi dada mereka sahaja. Bahkan dia<br />
pelajari Al-Quran itu dengan maksud hendak belajar bagaimanakah arahan dan<br />
perintah Allah dalam urusan hidup peribadinya dan hidup bermasyarakat, juga<br />
urusan hidup mereka sendiri dari hidup masyarakat mereka. Dia belajar untuk<br />
dilaksanakan serta merta, seperti seorang perajurit menerima, “arahan harian” atau<br />
“surat pekeliling” bagi dilaksanakan serta merta! Juga tiada seorang pun darimereka yang mencari pelajaran tambahan atau pun arahan tambahan dalam satu<br />
majlis pengajian atau suatu majlis taklimat sahaja, kerana dia tahu bahawa yang<br />
demikian itu akan menambah beratkan tugasnya, malah kadang-kadang dia cukup<br />
dengan hanya sepuluh ayat sahaja sehingga dia benar-benar menghafalnya dan dia<br />
laksanakan arahan-arahannya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas&#8217;ud r.a.<br />
Perasaan inilah perasaan belajar untuk melaksanakan, yang telah menambah<br />
luasnya lapangan hidup mereka, menambah luasnya ma&#8217;rifat dan pengalaman<br />
mereka dari ajaran Al-Quran itu yang tidak mungkin mereka capai kalau sekadar<br />
belajar dari Al-Quran dengan tujuan menyelidik dan mengkaji serta membaca<br />
sahaja. Perasaan belajar untuk melaksanakan ini jugalah yang telah memudahkan<br />
mereka bekerja dan meringankan beban mereka yang berat, kerana Al-Quran telah<br />
sebati dan menjadi daging, darah mereka. Perasaan ini jugalah yang menanam Al-<br />
Quran ke dalam jiwa mereka hingga ia meresap menjadi panduan dalam gerakan<br />
mereka, ia melahirkan pelajaran yang menggerakkan aktiviti, pelajaran yang tidak<br />
lagi merupakan teori yang bersarang di dalam kepala manusia dan di halaman<br />
kertas dan akhbar-akhbar sahaja, bahkan ianya menjadi kenyataan yang melahirkan<br />
kesan dan peristiwa yang mengubah garisan hidup.<br />
Al-Quran tidak-akan memberi dan mencurahkan isi perbendaharaannya<br />
kecuali kepada orang yang datang bertumpu kepadanya dengan roh dan jiwa ini:<br />
iaitu roh dan jiwa ma&#8217;rifat yang membuahkan amal dan tindakan. Al-Quran datang<br />
bukan sebagai sebuah buku penglipur lara, bukan sebagai sebuah buku sastera, juga<br />
bukan sebagai sebuah buku kesenian, sejarah dan novel, malah ia datang untuk<br />
dijadikan panduan hidup, panduan Ilahi yang tulen; dan Allah SWf sendiri telah<br />
merasmikan Al-Quran ini sebagai garis pemisah di antara hak dan batil.<br />
Firman Allah:<br />
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرََأهُ عََلى النَّاسِ عََلى مُكْثٍ وَنَزَّْلنَاهُ تَترِي ً لا<br />
Maksudnya: “Dan Al-Quran itu telah Kami bahagi-bahagikan dia agar kamu<br />
membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dengan lambat dan tenang dan<br />
Kami menurunkannya dengan beransur-ansur.”<br />
(Al-Isra&#8217;: 106)<br />
AI-Quran ini tidak diturunkan sekaligus, malah ia diturunkan mengikut<br />
keperluan-keperluan yang sentiasa berubah, mengikut perkembangan fikiran dan<br />
pandangan hidup serta perubahan masyarakat. Ia diturunkan mengikut<br />
perkembangan masalah praktikal dan fakta kehidupan masyarakat Islam. Ayat demi<br />
ayat diturunkan untuk suasana tertentu dan peristiwa khusus dan untuk<br />
membongkar isi hati manusia; untuk menggambarkan urusan yang mereka hadapi,<br />
dan menggariskan program kerja mereka dalam sesuatu suasana, juga untuk<br />
memperbetul kesilapan perasaan dan perjalanan hidup, supaya mereka sentiasa<br />
merasa terikat dengan Allah dalam setiap suasana. Ia diturunkan secara beransuransur bagi mengajar mereka mengenal Allah SWT melalui sifat-sifatNya dan juga<br />
melalui bukti-bukti perkembangan dan perubahan alam. Dengan demikian mereka<br />
akan merasakan bahawa diri mereka terus menerus terikat dengan tertakluk kepada<br />
Allah SWT, terus menerus di bawah perhatian Ilahi. Pada ketika itu mereka<br />
merasakan bahawa mereka sedang hidup di bawah pengawasan Allah SWT secara<br />
langsung.<br />
Dasar “belajar untuk melaksanakan terus” itu merupakan faktor utama<br />
membentuk generasi pertama dahulu, manakala dasar “belajar untuk, dibuat kajian<br />
dan penglipurlara” itulah yang merupakan faktor penting yang melahirkan<br />
generasi-generasi kemudiannya. Dan tidak syak lagi bahawa faktor kedua inilah<br />
menapakan sebab utama mengapa generasi-generasi yang lain itu berlainan sama<br />
sekali dengan generasi pertama, generasi para sahabat Rasulullah SAW.<br />
Di sana ada satu lagi faktor yang mesti diperhati dan dicatat benar-benar.<br />
Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melucutkan dari dirinya<br />
segala sesuatu dari zaman lampaunya di alam jahiliyah. Dia merasakan ketika dia<br />
mula menganut Islam bahawa dia memulakan zaman baru dalam hidupnya;<br />
terpisah sejauh-jauhnya dari hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah; dan<br />
sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah<br />
sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada. Dia merasakan bahawa<br />
segala sesuatu di zaman jahiliyah dahulu adalah kotor dan tidak sesuai dengan<br />
ajaran Islam. Dengan perasaan inilah dia menerima hidayah dan petunjuk Islam<br />
yang baru itu dan sekiranya dia didorong oleh nafsunya sesuatu waktu, atau sekali<br />
sekala dia merasa tertarik dengan kebiasaannya yang dahulu, atau kalau dia merasa<br />
lemah dari menjalankan tugas dan kewajipan kelslamannya sesuatu ketika, nescaya<br />
dia merasa bersalah dan berdosa, dan dia merasakan dari lubuk hatinya bahawa dia<br />
perlu membersihkan dirinya daripada apa yang berlaku itu; lalu dia berusaha<br />
sedaya upaya mengikuti panduan yang digariskan oleh Al-Quran.<br />
Di sana juga terdapat pemisahan perasaan sepenuhnya di antara zaman<br />
lampau seseorang Muslim dalam keadaan jahiliyahnya dahulu dan zaman barunya<br />
di dalam Islam, yang akan menimbulkan pula pemisahan secara menyuluruh dalam<br />
segenap hubungannya dengan masyarakat jahiliyah. Dia berputus arang berkerat<br />
rotan dengan tata hidup masyarakat jahiliyah dahulu dan berhubungan langsung<br />
selama-lamanya dengan masyarakat Islam; walaupun kelihatan pada lahirnya dia<br />
sering berhubungan dengan orang-orang musyrik di dalam lapangan perdagangan<br />
dan pergaulan hidup seharian, tetapi perpisahan perasaan dan pergaulan hidup<br />
seharian adalah dua hal yang berlainan dan berbeza sekali.<br />
Di sana ada semacam pemisahan lagi, iaitu perpisahan suasana jahiliyah<br />
dalam kebiasaan dan pandangannya, adat resam dan hal-hal yang berkaitan<br />
dengannya, yang timbul dari pemisahan syirik ke akidah tauhid, dari konsep<br />
jahiliyah ke konsep Islam mengenai masalah hakikat hidup dan hakikat wujud; juga<br />
timbul dari percantumannya dengan perkumpulan dan organisasi Islam yang baru,<br />
di bawah pimpinan baru, dan sikap memberi segenap perhatian, kepatuhan dankesetiaan kepada masyarakat, perkumpulan dan organisasi baru di bawah pimpinan<br />
baru itu.<br />
Inilah dia persimpangan jalan dan permulaan langkah di jalan baru, langkah<br />
yang bebas merdeka dari segala tekanan adat resam yang dipatuhi sepenuhnya oleh<br />
masyarakat jahiliyah dan segala nilai yang menjadi kebiasaannya. Di sana tiada<br />
risiko yang akan ditempuh selain dari ujian dan penderitaan, namun demikian dia<br />
secara otomatis telah bertekad tegas dan bulat untuk tidak akan kembali lagi kepada<br />
sebarang bentuk jahiliyah, kepada tekanan dan kebiasaan jahiliyah buat selamalamanya.<br />
Kita sekarang sedang berada di tengah-tengah suasana jahiliyah yang serupa<br />
dengan suasana jahiliyah yang ada.pada zaman kedatangan Islam dahulu, malah<br />
lebih gelap lagi. Segala sesuatu di sekitar kita ialah jahiliyah konsep hidup manusia<br />
sekarang, akidah kepercayaan mereka, adat istiadat dan kebiasan mereka, sumber<br />
pelajaran seni dan sastera mereka, peraturan dan undang-undang mereka,<br />
hinggakan banyak perkara yang kita anggap sebagai pelajaran Islam, buku rujukan<br />
Islam, falsafah Islam dan pemikiran Islam sebenarnya adalah hasil ciptaan jahiliyah!<br />
Oleh kerana itulah maka nilai Islam tidak tulus dan tidak hidup subur lagi di<br />
dalam jiwa kita, teori Islam itu tidak begitu terang lagi di dalam pemikiran Idta, dan<br />
di kalangan kita sekarang tidak muncul lagi suatu generasi manusia raksaksa dari<br />
model yang dilahirkan oleh Islam di zaman pertama dahulu.<br />
Oleh itu, di dalam program gerakan ke-Islaman, kita mesti membebaskan diri<br />
di peringkat permulaan, di peringkat taman kanak-kanak lagi, dari sebarang<br />
pengaruh jahiliyah yang selalu menghayati kita sekarang. Kita mesti rujuk semula<br />
ke pangkal jalan, kepada sumber yang murni yang telah dicedok dan ditimba oleh<br />
orang-orang sebelum kita; iaitu sumber yang terjamin tidak bercampur baur dengan<br />
sumber yang lain. Kita mesti kembali semula kepadanya untuk mendapatkan teori<br />
mengenai hakikat wujud seluruhnya dan juga hakikat wujudnya umat manusia ini<br />
dan segala pertalian di antara kedua jenis wujud ini dengan wujud yang hakiki, iaitu<br />
wujud Allah SWT. Dari situlah kita mengambil pandangan terhadap hidup, kita<br />
mengambil nilai diri dan akhlak kita, serta kita mengambil panduan dan program<br />
pemerintahan, politik, ekonomi dan segala aspek kehidupan kita.<br />
Bila kita rujuk semula, maka kita mestilah rujuk berdasarkan kaedah dan<br />
dasar “belajar untuk melaksanakan”, bukan dengan kaedah dan dasar belajar untuk<br />
mengetahui dan menglipur lara; kita rujuk kepadanya untuk mengetahui apa yang<br />
sebenar diminta kita lakukan, maka kita lakukan; dan di dalam perjalanan itu kita<br />
akan bersua dengan keindahan seni Al-Quran, dengan cerita dan kisah yang<br />
menyeronokkan dan juga dengan pandangan-. pandangan kiamat di dalam Al-<br />
Quran juga dengan logik kesedaran hati nurani di dalam Al-Quran dan juga dengan<br />
semua yang dicari-cari oleh pakar-pakar penyelidik&#8230; ya, kita akan jumpai<br />
semuanya itu, bukan dengan maksud hendak belajar dan menglipur lara tapi<br />
dengan tujuan utama hendak mengetahui apakah pekerjaan yang Al-Quran<br />
kehendaki kita kerjakan? Apakah konsep umum yang Al-Quran kehendaki kitaberkonsep? Bagaimanakah tuntutan Al-Quran mengenai pandangan dan perasaan<br />
kita terhadap Allah SWT? Dan bagaimanakah tuntutan Al-Quran mengenai akhlak<br />
kita, realiti hidup kita, dan bagaimanakah corak sistem kita di dalam hidup ini?<br />
Kemudian kita mesti membebaskan diri dari tekanan masyarakat jahiliyati,<br />
dari tekanan konsep jahiliyah, dari adat resam jahiliyah dan juga dari pimpinan ala<br />
jahiliyah di dalam hidup diri kita sendiri. Bukanlah tugas kita untuk berkompromi<br />
dengan realiti masyarakat jahiliyah sekarang dan bukan untuk tunduk dan<br />
menumpahkan kesetiaan kepadanya sebab keadaan realiti jahiliyah itu tidak<br />
memungkinkan kita berkompromi dengannya sama sekali.<br />
Tugas utama kita ialah mengubah realiti masyarakat ini. Tugas utama kita<br />
ialah mencabut realiti jahiliyah itu dari akar umbinya, realiti yang bertentangan dan<br />
berlanggar secara prinsipal dengan aspirasi Islam dan dengan konsep Islam, realiti<br />
yang menghalang kita dengan menggunakan kekerasan dan tekanan dari kita hidup<br />
seperti yang dikehendaki oleh program Ilahi.<br />
Langkah pertama di dalam perjalanan kita ialah menghapuskan masyarakat<br />
jahiliyah ini, nilai-nilai dan teori-teorinya. Kita tidak boleh mengubah-suai sedikit<br />
jua pun untuk kemudiannya bertemu semula di pertengahan jalan. Sekali lagi tidak!<br />
Kerana jalan kita adalah berlainan dan bersimpangan dengan jalan jahiliyah.<br />
Seandainya kita cuba berjalan seiring dengannya biar pun selangkah jua nescaya<br />
kita kehilangan pedoman dan kita akan meraba dalam kesesatan.<br />
Di dalam hal ini kita akan menempuh berbagai bentuk kesusahan dan<br />
penderitaan, kita akan menyumbangkan pengorbanan yang besar dan dahsyat,<br />
tetapi tiada alternatif lain kalau kita benar-benar hendak mengikuti langkah generasi<br />
pertama yang diiktiraf oleh Allah, yang telah menghancur dan memusnahkan jalan<br />
jahiliyah itu.<br />
Adalah baik sekali bagi kita tetap menyadari bentuk program dan landasan<br />
kita, menyadari tabiat sikap kita dan juga tabiat jalan yang mesti kita lalui untuk<br />
keluar dari suasana jahiliyah yang telah dilalui oleh generasi yang agung dan unik<br />
itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=226&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/06/11/generasi-al-quran-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Menghapal Al Quran.</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/02/14/keutamaan-menghapal-al-quran/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/02/14/keutamaan-menghapal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 03:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Menghapal Al Quran.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al Quran, atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu`: “Orang yang tidak mempunyai hapalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mauh runtuh “ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=219&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/al-quran-yang-mulia.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-218" title="al-quran-yang-mulia" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/al-quran-yang-mulia.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p>Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al Quran, atau</p>
<p>membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu Muslim tidak kosong dari</p>
<p>sesuatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu</p>
<p>Abbas secara marfu`:</p>
<p>“Orang yang tidak mempunyai hapalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh</p>
<p>yang mauh runtuh “</p>
<p>Dan Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang</p>
<p>mempunyai keahlian dalam membaca Al Quran dan menghapalnya, memberitahukan</p>
<p>kedudukan mereka, serta mengedepankan mereka dibandingkan orang lain.</p>
<p>Dari Abi Hurarirah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang</p>
<p>terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca</p>
<p>dan hapalan Al Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana</p>
<p>hapalan Al Quran-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah</p>
<p>SAW : “Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hapal, hai pulan?” ia menjawab: aku</p>
<p>telah hapal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW kembali</p>
<p>bertanya: “Apakah engkau hapal surah Al Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah</p>
<p>SAW bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!”. Salah seorang</p>
<p>dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan</p>
<p>menghapal surah Al Baqarah semata karena aku takut tidak dapat menjalankan isinya.<span id="more-219"></span></p>
<p>Mendengar komentar itu, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Pelajarilah Al Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang yang mempelajari Al</p>
<p>Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan</p>
<p>minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang</p>
<p>mempelajarinya kemudia ia tidur –dan dalam dirinya terdapat hapalan Al Quran— adalah</p>
<p>seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik “5.</p>
<p>Jika tadi kedudukan pada saat hidup, maka saat mati-pun, Rasulullah SAW</p>
<p>mendahulukan orang yang menghapal lebih banyak dari yang lainnya dalam kuburnya,</p>
<p>seperti terjadi dalam mengurus syuhada perang Uhud.<a href="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/engku_quran.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-222" title="engku_quran" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/engku_quran.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Rasulullah SAW mengutus kepada kabilah-kabilah para penghapal Al Quran dari</p>
<p>kalangan sahabat beliau, untuk mengajarkan mereka faridhah Islam dan akhlaknya,</p>
<p>karena dengan hapalan mereka itu, mereka lebih mampu menjalankan tugas itu. Di antara</p>
<p>sahabat itu adalah: tujuh puluh orang yang syahid dalam kejadian Bi`ru Ma`unah yang</p>
<p>terkenal dalam sejarah. Mereka telah dikhianati oleh orang-orang musyrik.</p>
<p>Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata:</p>
<p>Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah</p>
<p>(kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang</p>
<p>itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku,</p>
<p>ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu:</p>
<p>bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari</p>
<p>setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “6.</p>
<p>Balasan Allah SWT di akhirat tidak hanya bagi para penghapal dan ahli Al Quran</p>
<p>saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan</p>
<p>sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al Quran.</p>
<p>Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka</p>
<p>dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari,</p>
<p>kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian</p>
<p>berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran” 7.</p>
<p>Kedua orang itu mendapatkan kemuliaan Tuhan, karena keduanya berjasa</p>
<p>mengarahkan anaknya untuk menghapal dan mempelajari Al Quran semenjak kecil. Dan</p>
<p>dalam hadits terdapat dorongan bagi para bapak dan ibu untuk mengarahkan anak-anak</p>
<p>mereka untuk menghapal Al Quran semenjak kecil.</p>
<p>Ibnu Mas`ud berkata:</p>
<p>“Rumah yang paling kosong dan lengang adalah rumah yang tidak mengandung</p>
<p>sedikitpun bagian dari Kitab Allah SWT ”8.</p>
<p>Dan pengertian kata “ashfaruha” adalah: yang paling kosong dari kebaikan dan</p>
<p>berkah.</p>
<p>Al Munziri meriwayatkan dalam kitab At Targhib wa At Tarhib dengan kata:</p>
<p>“ashghar al buyut” dengan ghain bukan fa. Dan maknanya adalah: rumah yang paling</p>
<p>hina kedudukannya, dan paling rendah nilainya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=219&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2010/02/14/keutamaan-menghapal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/al-quran-yang-mulia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">al-quran-yang-mulia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2010/02/engku_quran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">engku_quran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Penyusunan Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/12/02/sejarah-penyusunan-al-quran/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/12/02/sejarah-penyusunan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 13:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[penyusunan Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Keaslian yang tak dapat disangsikan lagi telah memberi kepada Qur-an suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab Suci, kedudukan itu khusus bagi Qur-an, dan tidak dibarengi oleh Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Dalam dua bagian pertama daripada buku ini kita telah menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam Perjanjian Lama dan empat Injil, sebelum Bibel dapat kita baca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=197&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/12/al-quran1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-198" title="al-quran1" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/12/al-quran1.jpg?w=300&#038;h=260" alt="" width="300" height="260" /></a><img src="/DOCUME%7E1/rizky.net/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" />Keaslian yang  tak  dapat  disangsikan  lagi  telah  memberi kepada Qur-an suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab Suci, kedudukan itu khusus bagi Qur-an, dan tidak  dibarengi oleh  Perjanjian  lama dan Perjanjian Baru. Dalam dua bagian pertama   daripada   buku   ini   kita   telah   menjelaskan perubahan-perubahan  yang  terjadi dalam Perjanjian Lama dan empat Injil, sebelum Bibel dapat kita baca dalam  keadaannya sekarang.  Qur-an  tidak  begitu  halnya, oleh karena Qur-an telah ditetapkan pada zaman Nabi  Muhammad,  dan  kita  akan lihat bagaimana caranya Qur-an itu ditetapkan   Perbedaan-perbedaan  yang memisahkan wahyu terakhir daripada kedua wahyu sebelumnya, pada pokoknya tidak  terletak  dalam &#8220;waktu   turunnya&#8221;   seperti  yang  sering  ditekankan  oleh beberapa pengarang yang  tidak  memperhatikan  hal-hal  yang terjadi  sebelum  kitab  suci  Yahudi Kristen dibukukan, dan hal-hal yang terjadi sebelum pembukuan Qur-an,  mereka  juga tidak  memperhatikan  bagaimana Qur-an itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad.   Orang mengatakan bahwa teks yang ada pada  abad  VII  Masehi mempunyai  kemungkinan  yang  lebih besar untuk dapat sampai kepada kita tanpa perubahan daripada teks  yang  jauh  lebih tua  daripada  Qur-an  dengan  perbedaan  15 abad. Kata-kata tersebut adalah tepat, akan tetapi tidak memberi  keterangan yang  cukup.  Tetapi  di  samping  itu,  keterangan tersebut diberikan untuk memberi  alasan  kepada  perubahan-perubahan teks   kitab   suci   Yahudi  Kristen  yang  terjadi  selama berabad-abad, dan bukan untuk menekankan bahwa  teks  Qur-an itu  karena  lebih  baru  daripada  teks  kitab  suci Yahudi Kristen, lebih sedikit mengandung kemungkinan untuk  dirubah oleh manusia.   Bagi  Perjanjian  Lama,  yang  menjadi  sebab kekeliruan dan kontradiksi yang  terdapat  di  dalamnya  adalah:  banyaknya pengarang  sesuatu riwayat, dan seringnya teks-teks tersebut ditinjau kembali dalam periode-periode sebelum lahirnya Nabi Isa;  mengenai  empat  Injil  yang  tidak  ada  orang  dapat mengatakan bahwa kitab-kitab itu mengandung kata-kata  Yesus secara  setia  dan  jujur  atau  mengandung  riwayat tentang perbuatan-perbuatan  yang  sesuai   dengan   realitas   yang sungguh-sungguh    terjadi,   kita   sudah   melihat   bahwa redaksi-redaksi   yang   bertubi-tubi   menyebabkan    bahwa teks-teks  tersebut kehilangan autentisitas.</p>
<p><span id="more-197"></span></p>
<p>Selain daripada itu para penulis Injil tidak merupakan saksi  mata  terhadap kehidupan Yesus.   Selain  daripada  itu  kita  harus membedakan antara Qur-an, Wahyu tertulis,  daripada  Hadits  jami&#8217;  kumpulan  riwayat, tentang  perbuatan  dan  kata-kata  Nabi  Muhammad. Beberapa sahabat Nabi telah mulai mengumpulkannya segera setelah Nabi Muhammad   wafat.<a name="05"></a><sup><a href="QCatKaki.html#05"><span style="color:#ff0000;">5</span></a></sup> Dalam   hal  ini,  dapat  saja  terjadi kesalahan-kesalahan yang bersifat  kemanusiaan  karena  para penghimpun  Hadits adalah manusia-manusia biasa; akan tetapi kumpulan-kumpulan mereka itu kemudian disoroti dengan  tajam oleh  kritik  yang sangat serius, sehingga dalam prakteknya, orang lebih percaya kepada dokumen yang  dikumpulkan  orang, lama setelah Nabi Muhammad wafat.   Sebagaimana  halnya dengan teks-teks Injil, Hadits mempunyai autentisitas yang  berlainan,  dari  satu  pengumpul  kepada pengumpul  yang lain. Sebagaimana hal Injil, tak ada sesuatu Injil yang ditulis pada  waktu  Yesus  masih  hidup  (karena semuanya  ditulis  lama  sesudah  Nabi  Isa  meninggal) maka kumpulan  Hadits  juga  dibukukan  setelah  (Nabi   Muhammad meninggal).   Bagi  Qur-an,  keadaannya  berlainan. Teks Qur-an atau Wahyu itu dihafalkan  oleh  Nabi  dan  para  sahabatnya,  langsung setelah   wahyu   diterima,   dan   ditulis   oleh  beberapa sahabat-sahabatnya yang ditentukannya. Jadi, dari permulaan, Qur-an mempunyai dua unsur autentisitas tersebut, yang tidak dimiliki Injil. Hal ini  berlangsung  sampai  wafatnya  Nabi Muhammad.  Penghafalan  Qur-an  pada  zaman  manusia sedikit sekali yang dapat menulis, memberikan kelebihan jaminan yang sangat  besar  pada waktu pembukuan Qur-an secara definitif, dan  disertai  beberapa  regu  untuk   mengawasi   pembukuan tersebut.   Wahyu  Qur-an  telah  disampaikan  kepada Nabi Muhammad oleh malaikat Jibril, sedikit demi sedikit selama lebih  dari  20 tahun.  Wahyu  yang  pertama  adalah yang sekarang merupakan ayat-ayat pertama daripada surat nomor  96.  Kemudian  Wahyu itu  berhenti  selama  3  tahun,  dan mulai lagi berdatangan selama 20 tahun sampai wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 632 M.;  dapat  dikatakan  bahwa  turunnya  Wahyu berlangsung 10 tahun sebelum Hijrah (622) dan 10 tahun lagi sesudah Hijrah.   Wahyu yang pertama diterima  Nabi  Muhammad  adalah  sebagai berikut (Surat 96 ayat 1-5):<a name="06"></a><sup><a href="QCatKaki.html#06">6</a></sup> &#8220;Bacalah  dengan  {menyebut)  nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah, dan  Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&#8221;   Professor  Hamidullah mengatakan dalam Pengantar yang dimuat dalam terjemahan Qur-an bahwa isi dari wahyu pertama  adalah &#8220;penghargaan  terhadap  kalam sebagai alat untuk pengetahuan manusia&#8221; dan dengan begitu  maka  menjadi  jelas  bagi  kita &#8220;perhatian  Nabi  Muhammad untuk menjaga kelangsungan Qur-an dengan tulisan.&#8221;   Beberapa teks menunjukkan secara formal bahwa  lama  sebelum Nabi  Muhammad  meninggalkan  Mekah untuk hijrah ke Madinah, ayat-ayat Quran yang telah diwahyukan kepada  Nabi  Muhammad sudah  dituliskan.  Kita  nanti akan mengetahui bahwa Qur-an membuktikan hal tersebut.   Kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya biasa  menghafal  teks-teks  yang  telah  diwahyukan. Adalah tidak masuk akal jika Qur-an menyebutkan hal-hal yang  tidak sesuai  dengan  realitas, karena hal-hal itu mudah dikontrol disekeliling  Muhammad  yakni  oleh   sahabat-sahabat   yang mencatat Wahyu tersebut.   Empat  Surat  Makiyah  (diturunkan  sebelum  Hijrah) memberi gambaran  tentang  redaksi  Qur-an  sebelum  Nabi   Muhammad meninggalkan Mekah pada tahun 622 M.   Surat 80 ayat 11-1 6:   &#8220;Sekali-kali  jangan  (demikian), sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan  itu  adalah  peringatan,  maka  barang   siapa   yang menghendaki, tentulah ia memperhatikan. Di dalam kõtab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan, lagi disucikan. Di tangan para penulis, yang mulia lagi berbakti.&#8221;   Yusuf  Ali, dalam Terjemah Qur-an yang ditulisnya pada tahun 1936 mengatakan bahwa pada waktu Surat  tersebut  diwahyukan sudah  ada  42  atau  45  Surat  yang beredar di antara kaum muslimin di Mekah (Jumlah Surat-surat  dalam  Qur-an  adalah 114 Surat).   &#8220;Bahkan  yang  didustakan  mereka  itu  ialah al Qur-an yang mulia yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz.&#8221;   &#8220;Sesungguhnya Al Qur-an ini adalah bacaan yang sangat  mulia (yang   terdapat)   pada   kitab  yang  terpelihara  (Lauhul Makfudz).  Tidak  menyentuhnya  kecuali   orang-orang   yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.&#8221;   &#8220;Dan  mereka berkata (lagi). Dongengan-dongengan orang-orang dahulu  dimintanya  supaya  dituliskan,  maka   dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.&#8221;   Ayat  tersebut  menyinggung dakwaan para lawan Nabi Muhammad yang  menuduh  bahwa  Muhammad  adalah  Nabi  palsu,  mereka menggambarkan  bahwa ada orang yang mendiktekan sejarah kuno kepada    Nabi    Muhammad     dan     Muhammad     menyuruh sahabat-sahabatnya untuk menulisnya.   Ayat  tersebut menyebutkan: &#8220;Pencatatan dengan tulisan&#8221; yang didakwakan kepada Muhammad oleh lawan-lawannya.</p>
<p>Suatu Surat  yang  diturunkan  sesudah  Hijrah,  menyebutkan tentang   lembaran-lembaran   yang   di   dalamnya  tertulis perintah-perintah suci.   Surat 98 ayat 2 dan 3:   &#8220;Seorang  Rasul  dari  Allah  (yaitu  Nabi  Mahammad)   yang membacakan  lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur-an). Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.&#8221;   Dengan  begitu  maka  Qur-an  sendiri  memberitahukan  bahwa penulisan Quran telah dilakukan semenjak Nabi Muhammad masih hidup. Kita mengetahui bahwa Nabi  Muhammad  mempunyai  juru tulis-juru  tulis banyak, di antaranya yang termashur adalah Zaid bin Tsabit.   Dalam  pengantar  dalam  Terjemahan  Qur-annya  (197)  Prof. Hamidullah  melukiskan  kondisi  waktu  teks  Qur-an ditulis sampai Nabi Muhammad wafat.   Sumber-sumber sepakat untuk mengatakan bahwa tiap kali suatu fragmen  daripada  Qur-an diwahyukan, Nabi memanggil seorang daripada  para  sahabat-sahabatnya   yang   terpelajar   dan mendiktekan kepadanya, serta menunjukkan secara pasti tempat fragmen   baru   tersebut    dalam    keseluruhan    Qur-an. Riwayat-riwayat  menjelaskan  bahwa setelah mendiktekan ayat tersebut, Muhammad minta kepada juru tulisnya untuk  membaca apa yang sudah ditulisnya, yaitu untuk mengadakan pembetulan jika  terjadi  kesalahan.   Suatu   riwayat   yang   masyhur mengatakan  bahwa  tiap  tahun  pada  bulan  Ramadlan,  Nabi Muhammad membaca ayat-ayat Qur-an yang sudah diterimanya  di hadapan  Jibril.  Pada  bulan Ramadlan yang terakhir sebelum Nabi Muhammad  meninggal,  malaikat  Jibril  mendengarkannya membaca   (mengulangi   hafalan)   Qur-an   dua  kali.  Kita mengetahui  bahwa  semenjak  zaman  Nabi   Muhammad,   kaum muslimin  membiasakan diri untuk berjaga pada bulan Ramadlan dan melakukan ibadat-ibadat tambahan dengan membaca  seluruh Qur-an.  Beberapa  sumber  menambahkan  bahwa pada pembacaan Qur-an yang terakhir di  hadapan  Jibril,  juru  tulis  Nabi Muhammad   yang   bernama  Zaid  hadir.  Sumber-sumber  lain mengatakan bahwa di samping Zaid  juga  ada  beberapa  orang lain yang hadir.   Untuk  pencatatan  pertama,  orang  memakai  bermacam-macarn bahan seperti kulit, kayu, tulang  unta,  batu  empuk  untuk ditatah dan lain-lainnya.   Tetapi  pada  waktu  yang  sama Muhammad menganjurkan supaya kaum muslimin menghafalkan Qur-an, yaitu bagian-bagian  yang dibaca   dalam  sembahyang.  Dengan  begitu  maka  muncullah sekelompok orang yang dinamakan hafidzun (penghafal  Qur-an) yang   hafal   seluruh   Qur-an  dan  mengajarkannya  kepada orang-orang lain. Metoda ganda untuk memelihara teks  Qur-an yakni   dengan   mencatat   dan  menghafal  ternyata  sangat berharga.   Tidak lama setelah  Nabi  Muhammad  wafat  (tahun  632  M.), penggantinya  (sebagai  Kepala  Negara),  yaitu  Abu  Bakar, Khalifah yang pertama, minta kepada juru  tulis  Nabi,  Zaid bin   Tsabit   untuk  menulis  sebuah  Naskah;  hal  ini  ia laksanakan.   Atas initiatif Umar (yang kemudian menjadi Khalifah  kedua), Zaid  memeriksa dokumentasi yang ia dapat mengumpulkannya di Madinah; kesaksian daripada penghafal  Qur-an,  copy  Qur-an yang  dibikin  atas  bermacam-macam  bahan dan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi, semua itu untuk menghindari  kesalahan transkripsi  (penyalinan  tulisan)  sedapat  mungkin. Dengan cara ini, berhasillah  tertulis  suatu  naskah  Qur-an  yang sangat dapat dipercayai.   Sumber-sumber  mengatakan  bahwa  kemudian  Umar bin Khathab yang menggantikan Abu Bakar pada tahun 634 M, menyuruh bikin satu  naskah  (mushaf) yang ia simpan, dan ia pesankan bahwa setelah ia mati, naskah tersebut  diberikan  kepada  anaknya perempuan, Hafsah janda Nabi Muhammad   Khalifah  ketiga,  Uthman bin Affan yang menjabat dari tahun 644  sampai  655,  membentuk  suatu  panitya  yang   terdiri daripada   para   ahli  dan  memerintahkan  untuk  melakukan pembukuan  besar  yang  kemudian   membawa   nama   Khalifah tersebut.  Panitya  tersebut  memeriksa  dokumen yang dibuat oleh  Abubakar  dan  yang  dibuat  oleh  Umar  dan  kemudian disimpan   oleh   Hafsah,   panitya   berkonsultasi   dengan orang-orang yang hafal Qur-an. Kritik  tentang  autentisitas teks  dilakukan secara ketat sekali. Persetujuan saksi-saksi diperlukan untuk menetapkan suatu ayat  kecil  yang  mungkin mempunyai  arti  lebih  dari  satu;  kita  mengetahui  bahwa beberapa ayat Qur-an dapat menerangkan ayat-ayat  yang  lain dalam  soal ibadat. Hal ini adalah wajar jika kita mengingat bahwa kerasulan Muhammad adalah sepanjang dua puluh tahun.<a name="07"></a><sup><a href="QCatKaki.html#07"><span style="color:#ff0000;">7</span></a></sup> Dengan cara tersebut di atas,  diperolehlah  suatu  teks  di mana  urutan  Surat-surat mencerminkan urutan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika membaca Qur-a:n di bulan  Ramadlan di  muka  malaikat  Jibril seperti yang telah diterangkan di atas.   Kita dapat bertanya-tanya tentang  motif  yang  mendorong  3 Khalifah  pertama, khususnya Uthman untuk mengadakan koleksi dan  pembukuan  teks.  Motif  tersebut   adalah   sederhana; tersiarnya Islam adalah sangat cepat pada beberapa dasawarsa yang pertama  setelah  wafatnya  Nabi  Muhammad.  Tersiarnya Islam  tersebut  terjadi  di  daerah-daerah yang penduduknya tidak  berbahasa  Arab.  Oleh  karena   itu   perlu   adanya tindakan-tindakan  pengamanan  untuk  memelihara  tersiarnya teks Qur-an dalam kemurnian aslinya. Pembukuan Uthman adalah untuk memenuhi hasrat ini.   Uthman   mengirimkan   naskah-naskah  teks  pembukuannya  ke pusat-pusat Emperium Islam, dan oleh karena itu maka menurut Professor Hamidullah , pada waktu ini terdapat naskah Qur-an (mushaf) Uthman di Tasykent<a name="08"></a><sup><a href="QCatKaki.html#08"><span style="color:#ff0000;">8</span></a></sup> dan Istambul. Jika  kita  sadar akan  kesalahan  penyalinan  tulisan  yang  mungkin terjadi, manuskrip  yang  paling  kuno  yang  kita  miliki  dan  yang ditemukan di negara-negara Islam adalah identik. Begitu juga naskah-naskah yang ada di Eropa. (Di  Bibliotheque  National di  Paris  terdapat  fragmen-fragmen yang menurut para ahli, berasal dan abad VIII dan IX Masehi,  artinya  berasal  dari abad II dan III Hijrah). Teks-teks kuno yang sudah ditemukan semuanya sama, dengan catatan ada  perbedaan-perbedaan  yang sangat  kecil  yang  tidak  merubah  arti teks, jika konteks ayat-ayat memungkinkan cara membaca  yang  lebih  dari  satu karena   tulisan   kuno  lebih  sederhana  daripada  tulisan sekarang.   Surat-surat Qur-an yang berjumlah 114, diklasifikasi menurut panjang  pendeknya, dengan beberapa kekecualian. Oleh karena itu  urutan  waktu  (kronologi)  wahyu  tidak  dipersoalkan; tetapi  orang  dapat  mengerti hal tersebut dalam kebanyakan persoalan.  Banyak  riwayat-riwayat  yang  disebutkan  dalam beberapa  tempat  dalam  teks,  dan  hal  ini  memberi kesan seakan-akan  ada  ulangan.  Sering  sekali  suatu   paragraf menambahkan  perincian  kepada  suatu riwayat yang dimuat di lain tempat secara kurang terperinci. Dan semua yang mungkin ada  hubungannya  dengan  Sains  modern,  seperti kebanyakan hal-hal yang  dibicarakan  oleh  Qur-an,  dibagi-bagi  dalam Qur-an dengan tidak ada suatu tanda adanya klasifikasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=197&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/12/02/sejarah-penyusunan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/12/al-quran1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">al-quran1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Wajah</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/28/belajar-dari-wajah/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/28/belajar-dari-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 13:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[belajar dari wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=181&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : <span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:xx-small;">K.H. Abdullah Gymnastiar</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:xx-small;"><img class="alignnone size-full wp-image-182" title="wajah" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/09/wajah.jpg?w=460" alt="wajah"   /></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Menarik sekali  jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam  hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target.  Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah  wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang  tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Ketika pagi  menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : &#8220;Saya ingin tahu wajah yang paling  menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti  bagaimana?&#8221; karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang  per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami,  anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah,  ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang  wajah.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Subhanallaah,  pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah  ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang  menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang  menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk  hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan.  Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya  hitam, tapi penuh wibawa.<span id="more-181"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Pernah suatu ketika  berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah,  walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya&#8230;  sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam.  Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama  yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh  Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya  daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak.  Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal,  beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi  manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman  batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona  wajahnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Nah, saudaraku,  kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang  menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang  menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat.  Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia  membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita  menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud  meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya  kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah  dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus.  Dan ini pun perlu kita pelajari.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Ambillah kelebihan  dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah  kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan  yang tidak menyejukkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Tidak ada salahnya  jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada  di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain  agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau  kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut  disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk  berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sedangkan bagi  wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi  kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah,  bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin  tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita  tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada  setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa  puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya –  menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau.  Sesuai kadar kemampuannya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Walhasil, ketika  Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini  senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara  bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu  ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak  bicara.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Adapun  kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta  kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama.  Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara  hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri,  kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak  mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap,  itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Orang karena itu,  marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk  meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak  baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam  perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang  lain!</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Mudah-mudahan kita  dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit,  walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=181&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/28/belajar-dari-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/09/wajah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulama-Ulama berbicara tentang cinta</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/06/ulama-ulama-berbicara-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/06/ulama-ulama-berbicara-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 06:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Dari : buku yang berjudul Sedekah Cinta #. Cinta menganggap sedikit pemberian yang ia keluarkan dan menganggap banyak pemberian kekasih walaupun sedikit. ( Abu Yazid Al Bustami). #. Cinta itu merangkul ketaaat dan menentang kedurhakaan.(Sahal bin Abdullah). #. Cinta adalah masuknya sifat –sifat kekasih pada sifat-sifat yang mencintainya. Maksudnya orang yang mencintai selalu memuji-muji yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=176&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari : buku yang berjudul <em><strong>Sedekah Cinta</strong></em></p>
<p><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-177" title="sedekahcinta" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/09/sedekahcinta.jpg?w=460" alt="sedekahcinta"   /><br />
</strong></em></p>
<p>#. Cinta menganggap sedikit pemberian yang ia keluarkan dan menganggap banyak pemberian kekasih walaupun sedikit. ( Abu Yazid Al Bustami).<br />
#. Cinta itu merangkul ketaaat dan menentang kedurhakaan.(Sahal bin Abdullah).<br />
#.  Cinta adalah masuknya sifat –sifat kekasih pada sifat-sifat yang mencintainya.<br />
Maksudnya orang yang mencintai selalu memuji-muji yang dicintainya, sehinga orang yang mencintai tenggelam dalam ingatan sifat-sifat yang dicintainya dan melupakan segala sifat-sifat dirinya sendiri dan persaaqnnya pada sifat- sifat yang dimilikinya. ( Al Junaid).<br />
#. Cinta adalah kesetiaan ( Abu Ali Ahmad Ar Rudzabari).<br />
#. Hakekat cinta ialah jika kamu memberi , maka kamu memberikan semua yang kamu miliki kepada orang yang kamu cintai, tanpa tersisa satu sedikitpun untukmu. (Abu Abdullah Al Qusyairi).<br />
#. Disebut cinta karena cinta menghapus hati dari ingatan selain yang dicintainya. ( Dalf Asy Syibli).<br />
#. Cinta selalu menegur kelengahan dirinya ( Ahmad bi Atha).<br />
#. Cinta itu kesenangan, sedang letak hakekatanya terletak pada ketenangannya. (Abu Ali ad Daqaq).<br />
#. Cinta, jika kamu cemburu pada seorang kekasih, maka orang sepertimu adalah mencintainya. (Dalf  Asy Syibli).<br />
#. Cinta itu adalah dahan-dahan yang ditancapkan dalam hati sehingga hati akan berbuah sesuai dengan kemampuan akal. ( Ahmad bin Atha).<br />
#. Cinta bisa menyuntik darah dan menumpahkannya. ( An Nashr Abadzi).<br />
#. Hakekat cinta tidak bisa berkurang karena kurangnya pemberian pemberian dan tidak bisa bertambah karena kebaikan yang diberikan kepadanya. (Yahya bin Muadz).<br />
#. Tidak benar orang yang mengaku telah mencintai Allah, tapi ia tidak menjaga batas-batas hukum Allah. (Yahya bin Muadz).<br />
#. Jika cinta itu benar maka hilanglah rasa ketersinggungan (karena kurang sopan). (Al Junaid ).<br />
#. Cinta harus lebih mengutamakan yang dicintai.(Muhammad bin Ali al Kattani).<br />
#. Hakekat cinta itu terwujud jika seorang hamba mampu melupakan bagiannya dari Allah dan melupakan kebutuhan-kebutuhannya kepada Allah. (Abu Ya’kub as Susi).<br />
#. Cinta itu menjauhi kesenangan dalam setiap keadaan. (An Nashr Abadzi).<br />
#. Cinta itu berlebihan dalam kecenderungan tanpa berharap mendapatkan sesuatu (al Junaid)<br />
#. Cinta itu suatu fitnah (ketidaktenangan) dalam hati sanubari. (al Junaid).<br />
#. Cinta itu berawal dari tipuan dan berakhir dengan kematian. (Abu Ali Ad Daqaq).</p>
<p># Cinta itu rasa kecenderunganmu kepada sesuatu secara keseluruhan , kemudian kamu lebih mementingkan cinta itu daripada dirimu, jiwamu dan hartamu, kemudian kesetiaanmu padanya , baik ketika berada di tempat sunyi atau di tempat terbuka, kemudian ia memberitahukan kepadamu tentang keteledoran cintamu. ( Haris Al Muhasibi ).<br />
# Cinta itu tidak patut untuk dua orang, sehingga yang satu berkata kepada orang lain. ( Sary as Saqathy).<br />
# Orang yang jatuh cinta itu jika diam saja dia akan binasa, sedangkan orang yang arif jika ia tidak diam dia akan binasa. (Dalf Asy Syibli).<br />
# Cinta itu apa dalam hati yang dapat membakar apa saja selain yang dicintainya.<span id="more-176"></span><br />
# Cinta itu mencurahkan segala kemampuan, sedangkan kekasih itu boleh berbuat apa saja yang dia mau.<br />
# Cinta itu membuka tabir dan semua rahasia. ( Ahmad An Nuri).<br />
# Tidak benar suatu cinta kecuali harus keluar dari penglihatan cinta menuju penglihatan kekasih dengan tidak mengetahui cintanya. (Ya’kub As Susi).<br />
# Setiap cinta mempunyai tujuan . Jika telah hilang tujuan itu, maka hilanglah cinta. ( Al Junaid).<br />
# Cinta itu sesuatu yang dapat menghapus jejakmu. (Abdullah al Mubarak).<br />
# Cinta itu menyesali kesalahan untuk berbuat lurus. (Ahmad bin Atha).<br />
# Cinta yang sekecil sawi lebih saya sukai daripada beribadah tujuh puluh tahun tanpa cinta. (Yahya bin Muadz).<br />
# Cinta itu binasa dalam kelezatan, makrifat itu persaksian dan kebingungan, dan hancur dalam rasa takut. ( Ahli hakekat).<br />
# Rindu adalah kegoncangan hati untuk menemui yang dicintainya. Kerinduan tergantung dalam cintanya. ( Al Junaid).<br />
# Cinta lebih tinggi dari rindu, karena rindu bersumber dari cinta. (Ahmad bin Atha).<br />
# Cinta itu berasal dari keazalian dan menuju kepada Keabadian, serta tiada seorangpun dalam tujuh puluh ribu dunia ini yang mampu meminum setetes pun dari cinta itu hingga akhirnya menyatu di dalam-Nya. (Rabiah Adawiyah).<br />
# Cinta adalah buhulnya iman, di mana orang tidak akan masuk tanpa cinta. Seorang hamba tidak akan sejahtera maupun selamat dari ancaman siksa Allah tanpa cinta.Maka hendaklah hamba itui berperilaku atas dasar cinta. (Ibnu Qayyim Al Jauziyah)<br />
# Cinta adalah dasar dari perwujudan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Tanpa cinta, proses kehidupan tidak akan pernah terbangun dengan baik. Karena itu setiap hidup mesti memiliki cinta, kemauyandan perilaku.Dan setiap yang bergerak maka dasar yang menggerakkannya adalah cinta dan kemauan, Semua wujud tidak akan harmonis kecualai bila digerakkan oleh rasa cinta yang menjadikannya sendiri. (Ibnu Qayyim Al Jauziyah).<br />
# Sungguh cinta dapat mengubah yang pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, pernjara berubah menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.</p>
<p>Cintalah yang mampu melunakkan besi , menghancur-leburkan karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya, serta membuat budak menjadi pemimpin. (Jalaluddin Rumi).<br />
# Cinta kepada Allah itu laksana api apapun yang dilewatinya akan terbakar. Cinta kepada Allah itu laksana cahaya apapun yang dikenainya akan bersinar.Cinta kepada Allah itu langit apapun yang dibawahnya akan ditutupnya.</p>
<p>Cinta kepada Allah itu laksana angin apapun yang ditiupnya akan digerakkannya.<br />
Cinta kepada Allah itu laksana air dengannya Allah menghidupkan segalanya. Cinta kepada Allah itu laksana bumi dari situ Allah menumbuhkan segalanya.Kepada siapa yang mencintai Allah, Dia berikan kekuasaan dan kekayaan. (Imam Ali).<br />
# Tugasku adalah hutang terhadap Cinta. Dengan bebas dan sukarela aku menerima apa pun yang terlarang untukku. Cinta seperti cinta seorang kekasih, kecuali sebagai pengganti mencintai gejala, aku mencintai yang Hakiki. Agama, kewajiban, adalah milik dan keyakinanku.</p>
<p>Tujuan cinta manusia adalah menunjukkan yang terakhir, cinta sejati. Inilah cinta yang sadar. (Ibnu Arabi ).</p>
<p># Hatiku mampu menerima setiap bentuk: ia adalah hamparan padang rumput bagi rusa dan biara bagi pendeta Kristen dan kuil bagi berhala dan Ka’bah bagi para Haji dan lembaran Taurat serta kitab Al Quran.<br />
Aku menganut agama Cinta: Jalan mana pun yang diambil oleh unta-unta cinta, itulah agama dan keyakinanku. (Ibnu Arabi)<br />
# Cinta dalam dataran tertentu bermakna penyerahan diri sepenuhnya. Cinta tidak berkurang karena keramahan.Bahkan sang pencipta harus tetap bertahan di depan sang kekasih, meskipun diusir.Ia harus menjadikan jiwanya sebagai sapu di pintu-Nya. (Faridudin Attar).<br />
# Andaikata dunia mau meraih cinta, ia tidak akan mampu dan andaikata ia mau menolaknya, ia tak akan kuasa, karena cinta itu suatu anugerah, bukan hasil usaha.Cinta berasal dari Tuhan. (Ali bin Usman al-Hujwiri).<br />
# Cinta itu ibarat pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Buahnya menampakkan dirinya di hati, di lidah dan di anggota badan. Buah itu adalah ketaatan akan perintah Tuhan, dan kenangan terus menerus kepada kekasih yang memenuhi hati dan melimpah ke lidah. (Imam Ghazali).<br />
# Menurutnya Cinta yang hakiki adalah cinta tanpa syarat (unconditional love). Baginya Cinta adalah gelora hati terhadap yang dicintai sehingga menjadikan lupa pada diri sendiri. (Junaid al-Baghdadi).<br />
# Tidak layak cinta antara dua sejoli mengatakan antara yang dicinta dan yang mencinta kecuali kata “kami” (bukan “aku”). (Sirri al Saqathy).<br />
# Cinta adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan Cinta menduduki derajat tertinggi. “(Allah) mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (Al-Maidah : 54). (Imam Al-Ghazali).<br />
# Agama itu cinta, cinta itu agama. (Imam Bagir).<br />
# Malapetakan paling besar adalah bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengarap kebaikan seseorang , tapi justru orang itu berharap agar kita celaka binasa. (Imam Syafii).<br />
# Engkau durhaka kepada Allah dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya. Ini adalah suatu kemustahilan. Apabila benar engkau mencintai-Nya, pastilah engkau taati semua perintah-Nya. Sesungguhnya orang menaruh cinta tentulah bersedia menaati perintah orang yang dicintainya. (Imam Syafii).<br />
# Di taman cinta yang indah mempesona, ibadah itu berubah menjadi keindahan dalam kehidupan yang membawa kesenangan, keriangan, dan kebahagiaan. Di bawah keteduhan naungan cinta, perintah ibadah tidak lagi menjadi beban yang harus dipikul , tetapi ia adalah suatu yang patut diterima dengan senang dan gembira. (Khalid Muhammad Khalid).<br />
# Minuman Cinta adalah Cahaya yang cemerlang berkalian dari Kemahaindahan Sang Kekasih.(Abul Hasan Asy Syadzili).<br />
# Gelasnya adalah kelembutan yang menghubungkan ke bibir-bibir hati. (Abu Hasan As Syadzili).<br />
# Sang peminum adalah pihak yang mendapat limpahan agung kepada orang-orang istemewa seperti para Auliya dan hamba-hambaNya yang saleh. Allah Yang Maha Tahu kadar kepastian dan kebajikan bagi kekasih-kekasihNya. (Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Sang Peminum adalah pecinta yang dibukakan keindahan cinta itu dan menyerap minuman nafas demi nafas jiwa. (Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Rasa minuman cinta adalah rasa dibalik orang yang terdendam rindunya ketika hijab diturunkan .(Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Sang peminum sejati adalah pecinta yang meneguk arak cinta itu, sejam dua jam.(Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Rasa segar peminuman cinta adalah bagi orang yang dilimpahi arak cinta dan terus menerus meminumnya hingga kerongkongan penuh sampai ke urat nadinya.Cahaya Allah ada dibalik minuman yang melimpah itu.(Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Mabuk Cinta adalah ketika seseorang hanyut dalam rasa dan hilang akal, tidak mengerti apayang dikatakan dan diucapkan padanya. (Abu Hasan Asy Syadzili).<br />
# Sadar dari mabuk cinta, adalah situasi sadar ketika gelas piala minuman cinta dikelilingkan,di hadapan mereka berbagai kondisi ruhani silih berganti, lalu kembali pada dzikir dan ketaatan. Tidak terhijabi oleh sifat-sifat dengan berbagai ragam kadar yang ada. itulah yang disebut sebagai waktu sadar cinta. ketika panda-ngannya meluas melintas batas dan pengetahuannya semakin bertam-bah.(Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili).</p>
<p># Cinta adalah Sifat Tuhan, yang tidak membutuhkan apapun, cinta pada selain-Nya adalah palsu.(Jalaluddin Rumi) .<br />
# Cinta merupakan wujud cinta itu sendiri. Cinta tidak dapat digambarkan lebih jelas daripada apa yang digambarkan olehcinta lagi.(Ibn Qayyim al-Jauziyyah).<br />
# Cinta yang hakiki adalah cinta tanpa syarat. Baginya Cinta adalah gelora hati terhadap yang dicintai sehinggamenjadikan lupa pada diri sendiri. ( Syekh Abul Qasim Junaid bin Muhammad bin Junaid al-Baghdadi)<br />
# Hakikat cinta adalah sesuatu yang tidak berkurang karena berpaling dan tidak bertambah karena kebaikan. (Yahya bin Muaz)<br />
# Hakikat cinta mengatakan bahwa kebersamaanmu dengan yang dicintai adalah dengan melepas sifat-sifatmu.(Muhammad bin al Hasan bin Mansyur).<br />
# Cinta sejati adalah gugurnya semua cinta dari dalam hati kecuali cinta kepada kekasih. (Fadhal al Faraawy).<br />
# Tidak layak cinta antara dua sejoli mengatakan antara yang dicinta dan yang mencinta kecuali kata “kami” (bukan”aku”). (Sirri al Saqathy)<br />
# Cinta adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan Cinta menduduki derajat tertinggi. (Imam Al-Ghazali)<br />
# Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri, membatasinya hanya akan menambah kabur dan kering maknanya.Maka batasan dan Penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri” (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)<br />
# Orang yang asyik Cinta kepada Allah ialah orang yang membebaskan dirinya dari segala nafsunya, dan sebagai akibat daripada itu, dia hanya menyibukkan dirinya berzikir kepada Allah S.W.T. (Al-Junaid)<br />
# Siapa yang tidak mau mencicipi manisnya cinta tidak akan bisa menikmati kehidupan. (Ibn Qayyim Al-Jauziyah)<br />
# Demi Allah, sesungguhnya sebuah cinta teramat agung untuk dapat dilihat. Ia luput dari penglihatan manusia, ia ada di dalam dada bersemayam sebagaimana api bersemayam dalam batu. Jika dinodai ia akan membakar, dan jika dicuba untuk ditinggalkan ia akan selalu membayangi. (Al-Ashmu’i)<br />
# Tiada orang berakal yang dipuji, namanya kondang, kecuali saat dimabuk cinta (mendalam cintanya) Tiada pemuida yang merasakan derita kehidupan, kecuali ketika ia kasmaran (Abdullah bin Bahlul)<br />
# Kehidupan ini tak lebih dari gila asmara.Bila kegilaan itu telah lewat, disusul dengan kegilaan secawan anggur. Bila masa tua singgah, manusia kembali bertingkah kekanakan. ( Ahmad At Tamami)<br />
# Hati orang arif adalah mahligai cinta, dan hati pecinta adalah mahligai kerinduan, dan hati orang rindu adalah mahligai kedekatan. (Abu Nuiam Al Isfahani).<br />
# Setiap saat cinta ini makin abadi. Setiap waktu orang makin terpukau olehnya. (Fariduddin Aththar).<br />
# Petualangan antara aku dan kekasihku tak ada habisnya. Sesuatu yang tanpa mula dan tanpa akhir.(al Hafiz).<br />
# Cinta adalah lebirnya pecinta ke dalam sifat-Nya dan menetapnya yang dicinta di dalam Dzatnya.(al Junaid).<br />
# Cinta tidak berkurang karena kekejaman dan tidak bertambah karena keramahan. ( Al Hujwiri).<br />
# Andaikata dunia mau meraih cinta, ia tidak akan mampu. Dan andaikan ia mau menolaknya, ia takkan kuasa. Karena cinta itu suatu anugerah , bukan hasil usaha. Cinta berasal dari Tuhan. (Al Hujwiri).<br />
# Kalau malaikat jatuh cinta. Dia menjadi manusia sempurna. (Fariduddin Attar).<br />
# Antara pecinta dan kekasihnya tak ada antara. Ia bicara dari rindu. Ia mendamba dari rasa. ( Rabiah Adawiyah).<br />
# Di dalam cinta tak ada pengaduan dan keluhan, karena tujuan pecinta tak lain adalah tujuan sang kekasih. (Al Bakri).<br />
# Diantara tanda-tanda cinta adalah sulitnya perpisahan antara pecinta dan kekasih. ( Al Bakri).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=176&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/09/06/ulama-ulama-berbicara-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/09/sedekahcinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sedekahcinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Kontroversi Hari Sabat versi Islam – Kristen &#8211; Yahudi”</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/%e2%80%9ckontroversi-hari-sabat-versi-islam-%e2%80%93-kristen-yahudi%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/%e2%80%9ckontroversi-hari-sabat-versi-islam-%e2%80%93-kristen-yahudi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[my posting]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Islam & Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Insan Mokoginta (mantan Katolik) Islam : Dalam alkitab ada yang disebut the ten commandments atau sepuluh perintah Allah. Yang ingin ku tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah tersebut masih berlaku atau tidak? Kristen : Oh jelas masih berlaku sampai sekarang Islam : Kalau boleh tahu di kitab mana itu? Kristen : Itu terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=173&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">oleh : <strong>Insan Mokoginta (mantan Katolik)</strong></p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Dalam alkitab ada yang disebut the ten commandments atau  sepuluh perintah Allah. Yang ingin ku tanyakan, apakah ke sepuluh firman Allah  tersebut masih berlaku atau tidak?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Oh jelas masih berlaku sampai sekarang</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Kalau boleh tahu di  kitab mana itu?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Itu terdapat dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada kitab Ulangan  5:7-21</p>
<table border="0" cellpadding="2" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%">
<ul>
<li>
<p align="justify">Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu<br />
Jangan membuat patung yang  menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang  ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah  kepadanya.<br />
jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu dengan sembarangan<br />
tetaplah  ingat dan kuduskan hari sabat<br />
hormatilah ayahmu dan ibumu<br />
jangan  membunuh<br />
jangan berzina<br />
jangan mencuri<br />
jangan mengucapkan saksi dusta  tentang sesamamu<br />
jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta  mereka</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Nah, itulah bunyinya. Apakah saudara puas?  Maaf, aku ingin balik bertanya, apa yang ingin anda tanyakan dari ke Sepuluh  Firman Allah itu?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Terimakasih, tentu saja  aku puas. Yang ingin aku tanyakan, karena tadi anda mengatakan bahwa semua  perintah itu masih berlaku, maka pertanyaannya, apakah sekarang ini anda masih  tetap konsisten melakukan semuanya?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Oh itu jelas….bahkan jelas sekali! Siapapun yang beragama  Kristen, pasti yakin, percaya dan harus konsisten melaksanakannya, sebab itu  perintah suci yang datang langsung dari Allah.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Syukurlah kalau begitu.  Dan memang semestinya harus begitu. Artinya menjadi orang Kristen yang baik,  benar dan setia, salah satu syaratnya yaitu melakukan semua yang diperintahkan  Allah dan menjauhkan apa yang dilarangNya bukan? Apa anda setuju?<span id="more-173"></span></p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Tentu saja saya sangat setuju!!! Setahu saya, dalam ajaran  Islampun demikian!</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Apakah anda merasa bahwa  selama ini baik Katolik dan Protestan semuanya konsisten melaksanakan ke sepuluh  firman Tuhan itu?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Saya kira demikian! Karena Sepuluh Firman Allah itu suci adanya,  bahkan ditulis oleh jari Allah sendiri pada dua loh batu kemudian diberikan  kepada Musa untuk disampaikan kepada segenap manusia. Oleh sebab itu, sebagai  umat Kristen, mereka harus jaga, pelihara dan jalankan semua hukum-hukum  itu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Seandainya ada sebagian  hukum dalam Sepuluh Perintah Allah tersebut tidak dijalankan, tidak dihormati  lagi oleh sebagian besar umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan,  bagaimana pendapat anda?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen :</strong></p>
<p align="justify">Jika ada yang tidak melaksanakan, tidak  menjalani dan tidak menghormatinya bahkan melanggar, saya yakin mereka itu telah  tersesat dari jalan-jalan Tuhan.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Terimakasih atas jawaban  anda. Aku sangat puas dengan jawaban itu. Dan barangkali berangkat dari jawaban  tadi, saat ini aku ingin menguji, sejauh mana anda bisa konsisten dengan  pernyataan anda itu. Pada saat ini kejujuran andapun akan diuji. Sekali lagi aku  bertanya, apakah sudah anda pikirkan baik-baik atas jawaban anda tadi yang  mengatakan bahwa “umat Kristiani yang tidak menjalankan dan tidak menghormati  dan melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Tuhan, mereka itu telah tersesat  dari jalan Tuhan”?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Ya .. ya …saya berkata dengan jujur bahwa secara logika dan dari  hati kecil saya, saya kira semua umat Kristiani pasti mengakuinya, karena ke  Sepuluh Firman Allah itu sudah final dan harus diimani dan dijalankan dengan  sepenuh hati dan ikhlas dalam rangka tunduk dan patuh atas segala firman Tuhan.  Itu perintah yang sangat suci dan harus dipelihara dan dijalankan, sebab  perintah itu ditulis langsung dengan jari-jari tangan Tuhan sendiri dan Dia  sendiri yang menyerahkan langsung kepada nabi Musa.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Baiklah kalau begitu  hanya ada satu saja pertanyaanku kepada anda, yang berangkali menjadi topik  utama pembicaraan kita pada hari ini. Salah satu hukum dari Sepuluh Firman Allah  adalah menghormati dan mengkuduskan hari SABAT sebagai hari perhentian pada hari  ke tujuh…..itu tertulis jelas dalam alkitab anda, yaitu sebagai hukum yang ke  empat. Pertanyaannya, “hari apa yang anda kuduskan setiap minggu?”</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Sejujurnya saya katakan bahwa saya mengkuduskan hari Minggu.  Buktinya semua umat Kristen beribadah pada setiap hari Minggu, kecuali dari  golongan minoritas Advent.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Sebenarnya yang namanya  hari Sabat itu hari apa? Sabtu atau Minggu?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Menurut Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi  kami Protestan dan juga Katolik dan Kristen lainnya, jatuh pada hari  Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Mengapa terjadi  perbedaan Sabtu dan Minggu? Apakah seminggu itu ada dua hari Sabat?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Tidak, dalam seminggu Cuma ada satu Sabat. Kalau Advent  merayakan pada hari Sabtu, karena mereka menggunakan penanggalan Yahudi.  Sementara yang merayakan hari Minggu, mereka menggunakan penanggalan  Gregorian.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Memangnya berbeda antara  penanggalan Yahudi dan penanggalan Gregorian?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Sama saja, Cuma menurut penanggalan Gregorian, jika dihitung  hari kerjanya, hari Minggu adalah hari ketujuh. Hari mulai bekerja itu Senin.  Jadi Minggu adalah hari ketujuh. Coba hitung : 1. senin 2 Selasa. 3. Rabu 4.  Kamis 5 Jumat 6 Sabtu 7 Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Lho …. Kok jadi begitu?  Bukankah dalam alkitab jelas sekali disebutkan bahwa yang disebut hari pertama  itu “Hari Minggu” bukan hari Senin.</p>
<p align="justify">Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan  pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru  pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun  1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa  penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara  informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun. Mengapa  anda tidak mengikuti saja apa yang tertulis dalam alkitab? Apakah anda sudah  tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci anda sendiri, lalu beralih  percaya kepada penulis penanggalan Gregorian? Lagi pula dalam alkitab yang  disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang  dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan  alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia  dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di  bumi ini. Aneh!!! Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan hari kerja Tuhan dengan  hari kerjanya manusia? Dari mana anda mendapatkan dalil seperti itu, sementara  dalil dari alkitab anda sendiri sudah sangat jelas ada.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Tentu saja aku percaya kepada kitab suciku alkitab, tetapi pada  waktu Tuhan berfirman melalui para nabi, waktu itu kan belum ada nama hari dan  penanggalan? Nah orang yahudi baru membuat perhitungan penanggalan setelah  mereka menerima wahyu Tuhan. Jadi menurut perhitungan orang yahudi, hari sabat  itu jatuhnya pada hari Sabtu. Tetapi, menurut gereja yang dihitung Sabtu adalah  enam hari. Jadi hari ketujuh yaitu hari Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Kalau begitu anda bukan  mengikuti firman Tuhan tapi kata pemuka gereja. Menurut alkitab hari pertama itu  hari minggu, sementara menurut pemuka gereja hari senin. Mengapa anda pilih hari  Minggu bukan Sabtu seperti yang Tuhan firmankan?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Menurut saya hari itu tidak penting. Yang penting yaitu dalam  tiap minggu harus ada “hari perhentian” yang dikuduskan untuk berbakti atau  beribadah kepadaNya. Toh waktu Allah pertama menurunkan wahyu Nya, pada saat itu  belum ada penanggalan. Setelah orang Yahudi membuat penanggalan, ternyata hari  ketujuh sebagai hari perhentian yang disucikan dan dikuduskan adalah hari  Sabtu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Jika anda menganggap  bahwa “hari itu tidak penting”, berarti boleh dong jika ada orang Kristen atau  salah satu sekte Kristen merayakan hari Sabat kapan saja mereka mau. Nah kalau  begitu dimana lagi esensi perintah Allah atas “hari yang harus dikuduskan” itu?  Kalau begitu “hari perhentian” itu menjadi tidak jelas dan kacau, karena sudah  terserah kepada manusianya, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi bukan? Bagaimana  jika suatu saat ada orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Selasa, Rabu,  Kamis atau Jumat?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Oh tidak boleh, sebab itu tidak masuk di akal dan tidak wajar  karena hari-hari tersebut tidak lazim.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Lho….. tadi kan anda  sendiri yang mengatakan bahwa “hari itu tidak penting”, yang penting anda  katakan “dalam seminggu harus ada ‘satu hari perhentian’ atau ‘peristirahatan’  untuk mengkuduskan hari Tuhan”.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Bagaimanapun hal itu tidak mungkin terjadi, sebab hari Minggu  sudah merupakan ketentuan Gereja sejak dahulu. Jadi beribadah diluar hari Sabtu  dan Minggu itu tidak lazim.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Baiklah aku tunjukkan  pada anda 6 (enam) bukti menurut kitab suci anda Alkitab bahwa “hari pertama”  itu adalah hari Minggu!!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari  Sabtu, bukan Minggu. Tolong bacakan ayat-ayat berikut ini :</p>
<p align="justify">Matius 28:1<br />
Setelah hari Sabat lewat,  menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria  Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.</p>
<p align="justify">Markus 16:9<br />
Setelah Yesus bangkit  pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada  Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.</p>
<p align="justify">Lukas 24:1<br />
tetapi pagi-pagi benar pada  hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah  disediakan mereka.</p>
<p align="justify">Yoh 20:1<br />
Pada hari pertama minggu itu,  pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu  dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.</p>
<p align="justify">Yohanes 20:19<br />
Ketika hari sudah malam  pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat  dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.  Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata:  &#8220;Damai sejahtera bagi kamu!&#8221;</p>
<p align="justify">Apakah ke enam ayat tersebut bukan  merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada  hari ketujuh merupakan hari sabtu. Sekarang pertanyaannya, tolong tunjukkan mana  dalilnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hari yang dikuduskan adalah hari  Minggu?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Memang tidak ada dalilnya yang tertulis bahwa hari kudus itu  hari Minggu. Tapi ada tersirat, bahwa hari Minggu adalah hari yang dikuduskan,  yaitu sebagai hari “kebangkitan Yesus”.</p>
<p align="justify">Semua umat kristiani yakin dan percaya  bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu. Nah untuk mengabdikan “hari kebangkitan  Yesus”, maka gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari yang harus diperingati  sebagai hari suci. Sebab pada waktu itulah Yesus bangkit dari kuburnya. Sebab  jika dia tidak bangkit, maka sia-sialah kematiannya. Nah kebangkitannya itulah  merupakan hari kemenangan dari dosa, dimana yesus telah mati dan bangkit dalam  rangka menebus dosa manusia.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Memang benar bahwa  menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan  menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan  mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan  “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari  Sabat”.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Memang tidak ada ayat yang berkata seperti itu, tapi menurut  penanggalan Gregorian, Gereja menentukan bahwa, hari Kebangkitan Yesus pada hari  Minggu harus dirayakan oleh umat Kristiani, menggantikan hari Sabtu sebagai hari  sabat menurut penanggalan orang Yahudi.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Baiklah kalau begitu.  Sekarang aku bertanya, apakah anda yakin dan percaya bahwa menurut alkitab yesus  mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu??</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Ya…..tentu saya percaya, karena Alkitab mengatakan seperti  itu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Nah kalau begitu  mestinya anda juga harus akui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Coba  kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari  kuburnya.</p>
<p align="justify"><strong>Lukas 23:52-54<br />
</strong>23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.</p>
<p>23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain  lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di  mana belum pernah dibaringkan mayat.</p>
<p>23:54 Hari itu adalah hari  persiapan dan sabat hampir mulai.</p>
<p align="justify"><strong>Lukas 23:55-56<br />
</strong>23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan  Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana  mayat-Nya dibaringkan.</p>
<p>23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan  rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat  menurut hukum Taurat</p>
<p align="justify"><strong>Matius 28:1<br />
</strong>Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada  hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok  kubur itu.</p>
<p align="justify">Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan  bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Tadi anda katakan bahwa anda percaya  bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti anda harus  percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu.  Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut saya, definisi Sabtu itulah  hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Ya benar, semuanya benar, tetapi sudah saya katakan bahwa “hari  itu tidak penting”, yang penting adalah dalam seminggu harus ada hari perhentian  yang dikuduskan. Kalau sabat hari Sabtu, itu kan menurut penanggalan yahudi. Kan  waktu Allah berfirman menurunkan ayatnya pada waktu itu belum ada  penanggalan.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Wah anda ini tidak  rasional, disatu pihak anda mengatakan bahwa itu menurut penanggalan Yahudi.  Tetapi dilain pihak anda yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada hari Jumat dan  bangkit pada hari Minggu. Padahal itupun menurut penanggalan Yahudi juga. Yang  jujur aja dong, jangan akal-akalan.</p>
<p align="justify">Apakah menurut penanggalan Gregorian,  Yesus bukan mati pada hari Jumat?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Ya…menurut penanggalan Gregorian, Yesus memang mati pada hari  Jumat. Makanya disebut “Jumat Agung”. Tetapi oleh Gereja, hari kebangkitan Yesus  itu hari Minggu adalah hari yang perlu dikuduskan sebagai pengganti hari Sabat  orang Yahudi. Menurut penanggalan Gregorian hari bekerjanya manusia adalah  selama enam hari, yaitu Senin sampai Sabtu dan beristirahat pada hari ketujuh,  yaitu Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Kalau begitu anda bukan  mengikuti kebenaran menurut Firman Tuhan dalam Alkitab, tetapi menurut pemimpin  gereja. Padahal dengan tegas dan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa yang harus  dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah  dalam kitab anda sendiri, silahkan baca Keluaran 20:8-11.</p>
<p align="justify">20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:</p>
<p align="justify">20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja  dan melakukan segala pekerjaanmu,</p>
<p align="justify">20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari  Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau  anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu  perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.</p>
<p align="justify">20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN  menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari  ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.</p>
<p align="justify">Saudaraku, firman Allah itu sangat jelas  bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat,  karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya anda patuh pada perintahNya  daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab  menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Ya …. Ya….benar, tapi menurut kami, hari Minggu juga hari kudus,  sebab hari itu sangat menentukan keselamatan umat manusia. Sebab Tuhan memilih  Yesus bangkit pada hari Minggu, berarti juga adalah hari pilihan  Tuhan.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Wah, ….. saya kagum pada  anda, karena anda begitu ngotot membela kesalahan dengan mencari-cari dalil  pembenaran atau ketidakrasionalan pendapat anda. Padahal dalam alkitab setebal  itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama  hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu  pertama”. Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang  yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!</p>
<p align="justify">31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:</p>
<p align="justify">31:13 &#8220;Katakanlah kepada orang Israel,  demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah  peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa  Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.</p>
<p align="justify">31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat,  sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu,  pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari  itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.</p>
<p align="justify">31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan  pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian  penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari  Sabat, pastilah ia dihukum mati.</p>
<p align="justify">31:16 Maka haruslah orang Israel  memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian  kekal.</p>
<p align="justify">31:17 Antara Aku dan orang Israel maka  inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN  menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk  beristirahat.&#8221;</p>
<p align="justify">31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa,  setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah,  loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.</p>
<p align="justify">Wah ……. aku saja yang bukan orang Kristen,  merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah itu  jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu  berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi anda  dan orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama  sekali tidak menggubrisnya.</p>
<p align="justify">Anda anggap enteng suatu ketetapan yang  begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang  menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang  menyerahkan kepada nabi Musa untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia?  Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12 tolong baca!!!</p>
<p align="justify">24:12. TUHAN berfirman kepada Musa:  &#8220;Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan  memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan  untuk diajarkan kepada mereka.&#8221;</p>
<p align="justify">Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah  Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan  pada Kel 32:15-16 ini, tolong dibaca!!!</p>
<p align="justify">32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu  turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang  bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.</p>
<p align="justify">32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah  dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.</p>
<p align="justify">Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup  meyakinkan anda bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan  dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari  Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis  dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???</p>
<p align="justify">Pelukis yang menoreh tintanya diatas  kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis  ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai  milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda  jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???</p>
<p align="justify">Bukankah harga lukisan termahal dari  tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa  anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa  anda dunia dan akhirat?</p>
<p align="justify">Jika anda mengikuti perintah pendeta atau  pemimpin gereja berarti sama saja anda lebih menghormati dan lebih menghargai  lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah anda  renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Yah…..gimana ya??? Itulah yang diajarkan dan disampaikan selama  ini kepada umat Kristen. Biarlah hari Sabtu tetap Sabat bagi orang Yahudi dan  bagi kami hari Sabat adalah hari Minggu. Bagi kami hari itu tidak penting, yang  penting, inti daripada merayakan hari Sabat yang kami jalankan yaitu dalam  seminggu harus ada satu hari yang dikuduskan, dan yang kami kuduskan yaitu  Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Saya tidak akan  memaksakan anda supaya berbakti pada hari Sabtu sebagaimana umat Advent  melakukan dan memelihara serta mengkuduskannya. Cuma yang saya heran dan tak  habis pikir, hari Sabat yang jatuhnya jelas pada hari Sabtu dan ancamannya  begitu mengerikan, kok seenaknya dilanggar oleh umat Katolik dan Protestan serta  sekte-sekte Kristen lainnya, termasuk anda sendiri!! Apalagi tidak ada satu  ayatpun dalam alkitab, dimana Allah pernah mengkuduskan hari Minggu, tidak ada  samasekali!!!</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Kalau begitu mengapa bapak tidak merayakan hari Sabat pada hari  Sabtu seperti orang-orang Advent? Kalau bapak yakin bahwa Sabat itu hari Sabtu  dan hari itu hari yang dikuduskan Tuhan, mengapa bapak bahkan beribadah pada  hari Jumat?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Lho kok anda ini tambah  ngawur saja. Aku kan beragama Islam. Dalam Islam hari beribadah dalam setiap  minggu jatuhnya pada hari Jumat, bukan Sabtu dan bukan Minggu. Pertanyaan anda  itu mestinya anda ditujukan kepada sesama orang Protestan atau Katolik atau  sekte Kristen lainnya yang mengkuduskan hari Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Apakah dalam Islam ada anjuran beribadah pada hari  Jumat?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Tentu saja ada. Karena  ada perintah untuk beribadah pada hari Jumat, maka umat Islam setiap minggu juga  punya satu hari khusus untuk beribadah secara berjamaah kepadaNya.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Boleh aku tahu umat Islam beribadah pada hari Jumat, di Al  Qur’an terdapat dalam surat apa dan bagaimana bunyinya?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Sebenarnya tema dialog  kita bukan membahas tentang Al Qur’an. Karena anda ingin mengetahuinya, walaupun  agak sedikit keluar dari konteks yang kita sepakati, biarlah kutunjukkan pada  anda, beribadah pada hari Jumat terdapat dalam Qur’an surat 62 Al Jumuah (Hari  Jumat), ayat 9 bunyinya :</p>
<p align="justify">“hai orang-orang yang beriman, apabila  diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk  mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi  kamu, jika kamu mengetahui.”</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Kalau tidak salah, aku pernah dengar bahwa di dalam kitab suci  Al Qur’an katanya ada berbicara tentang masalah hari Sabat. Apakah itu termasuk  hari yang harus disucikan dan dikuduskan juga oleh umat Islam?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Memang ada ayat-ayat Al  Qur’an yang menceritakan tentang hari Sabat, tetapi ayat itu bukan ditujukan  kepada umat Islam, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang melanggar hukum  Sabat. Mereka tidak mensucikan hari Sabat, bahkan mereka terus saja bekerja pada  hari tersebut, sehingga Allah memberikan peringatan bahkan kutukan kepada  mereka.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Maaf aku tertarik informasi Qur’an tentang hari Sabat. Boleh  kutahu ayat-ayatnya dalam Al Qur’an itu, dan kutukan apa yang Tuhan timpakan  bagi mereka yang tidak mengkuduskan hari Sabat?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Tentu saja boleh. Kalau  tidak salah ada sekitar lima kali kata Sabat atau Sabtu disebutkan dalam Al  Qur’an, yaitu surat Al Baqarah 65-66, An Nisa 47 dan 154, Al A’raf 163 dan An  Nahl 124. baiklah aku bacakan untuk anda ketahui :</p>
<p align="justify"><strong>Qs Al Baqarah 65 -66 </strong><br />
Dan  sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari  Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: &#8220;Jadilah kamu kera yang hina&#8221;. Maka  Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi  mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang  bertakwa.</p>
<p align="justify"><strong>An Nisa 47, 154</strong><br />
47. Hai  orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah  Kami turunkan (Al Qur&#8217;an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami  mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka  sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma&#8217;siat) pada hari  Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.</p>
<p align="justify">154. Dan telah Kami angkat ke atas  (kepala) mereka bukit Thursina  untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami  ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : &#8220;Masuklah pintu gerbang  itu sambil bersujud&#8221;, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : &#8220;Janganlah  kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu&#8221;, dan Kami telah mengambil dari  mereka perjanjian yang kokoh.</p>
<p align="justify"><strong>Al A’raf 163</strong><br />
Dan tanyakanlah  kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka  melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang  berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang  bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.  Demikianlah Kami mencoba  mereka disebabkan mereka berlaku fasik.</p>
<p align="justify"><strong>An Nahl 124<br />
</strong>Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas  orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu  benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa  yang telah mereka perselisihkan itu.</p>
<p align="justify">Bunyi ayat Al Qur’an tersebut, dapat kita  ketahui bahwa pada masa itu pernah Allah buktikan, memberikan kutukan bagi yang  melanggar dan tidak mensucikan hari Sabat, yaitu dengan merobah muka merka jadi  kera yang hina. Maksud Allah yaitu memberikan pelajaran bagi orang-orang yang  bertakwa agar tetap memelihara hukum-hukumNya, karena bagi yang melanggar pasti  ada sangsinya. Sangsi itu jika tidak dibuktikan di dunia, pasti akan dibuktikan  di akhirat.</p>
<p align="justify">Menurut saya, mestinya umat Katolik,  Protestan dan sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan  menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai  hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah  Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus  tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.</p>
<p align="justify">Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu  artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis  (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris  (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia  (sabtu).</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Sejak kapan Gereja  menetapkan hari Minggu sebagai hari istirahat dan hari beribadah?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Wah saya tidak tahu persis hal itu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Perlu anda ketahui,  penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada  tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan,  Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.</p>
<p align="justify">Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu,  bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi  hanya hasil musyawarah para  dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana  Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan  dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!</p>
<p align="justify">Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam  bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan  dikuduskan Tuhan, adlaah hari Sabtu, bukan Minggu. Dan Al Qur’an juga mengatakan  demikian.</p>
<p align="justify">Oleh sebab itu semakin jelaslah bahwa  beribadah pada hari Minggu, samasekali tidak ada dasarnya dan dalilnya, baik  dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an. Kenapa seperti itu? Sebab beribadah pada  hari Minggu hanyalah rekayasa oleh Dewan Gereja pada konsili Laodikea sejak  tahun 364 M, tiga abad lebih setelah Yesus meninggal.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Bapak dulunya kan beragama Katolik!! Jika waktu itu bapak belum  masuk Islam atau masih beragama Katolik, apakah bapak juga akan turut  mengkuduskan Sabat pada hari Sabtu?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Seandainya waktu itu aku  masih beragama Katolik, jelas aku akan tetapi beribadah menurut ajaran pastur  saya, yaitu beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Tetapi jika pemahaman saya  tentang Alkitab sudah seperti sekarang ini, aku akan memilih hijrah atau pindah  ke Advent, karena walaupun mereka minoritas, tetapi mereka lebih konsekuen dan  konsisten dalam memelihara firman-firman Tuhan yang tertulis dalam alkitab.  Tetapi rupanya Allah yang Maha Kuasa menghendaki lain, dan menunjukkan aku jalan  yang mesti aku tempuh seperti sekarang ini, yaitu beragama Islam.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Terus terang saya masih kurang mendalami alkitab. Rupanya bapak  lebih paham dari saya. Kalau begitu biarlah kita berjalan pada jalan  masing-masing. Menurut saya kami harus mengkuduskan hari Minggu, sebab hari itu  adalah hari pilihan Tuhan dimana Dia membangkitkan Yesus. Kebangkitannya itulah  yang merupakan kemenangan atas dosa, dia telah mengalahkan penguasa gelap yaitu  setan dan dia telah menebus dosa-dosa manusia. Sebab menurut keimanan kami, jika  Yesus tidak bangkit hari ketiga dari kuburnya, maka sia-sialah keimanan  kami.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Yah….kalau kita  berbicara hanya mengedepankan logika, perasaan dan pendapat manusia, maka kita  tidak akan pernah mencapai titik temu dan tidak akan menemukan kebenaran yang  hakiki. Aku ingin bacakan kepada anda beberapa ayat untuk anda renungkan dan  pikirkan, bahwa seumur hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu),  bukan hari Minggu. Tolong baca Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10,  Markus 1:21, Markus 6:2</p>
<p align="justify"><strong>Lukas</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify">4<a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=42&amp;c=4&amp;v=16">:16</a></p>
</td>
<td width="90%" valign="top">
<p align="justify">Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan,  dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri  hendak membaca dari Alkitab.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=42&amp;c=4&amp;v=31">4:31</a></p>
</td>
<td width="90%" valign="top">
<p align="justify">Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah  kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari  Sabat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=42&amp;c=6&amp;v=6">6:6</a></p>
</td>
<td width="90%" valign="top">
<p align="justify">Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke  rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan  kanannya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=42&amp;c=13&amp;v=10">13:10</a></p>
</td>
<td width="90%" valign="top">
<p align="justify">Pada suatu kali Yesus sedang mengajar  dalam salah satu rumah ibadat pada hari  Sabat.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>Markus</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=41&amp;v=21">1:21</a></p>
</td>
<td width="93%" valign="top">
<p align="justify">Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari  Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan  mengajar.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=41&amp;c=6&amp;v=2">6:2</a></p>
</td>
<td width="93%" valign="top">
<p align="justify">Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah  ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata:  &#8220;Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan  kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh  tangan-Nya?</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Dari ayat-ayat  tersebut ternyata seumur  hidupnya Yesus mengajar dan beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan  Minggu. Hitung saja, menurut alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini  berarti seumur hidupnya yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu  sebanyak lebih kurang 1700 kali.</p>
<p align="justify">Tidak pernah satu kalipun yesus beribadah  dan mengkuduskan hari Minggu. Terserah anda mau jadi pengikut Yesus atau  pengikut ajaran Manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukankah yesus panutan  anda? Ingat kata Yesus pada hari nanti : Enyahlah kalian pembuat kejahatan,  kalian melaksanakan ajaran manusia.!!!!</p>
<p align="justify">Jika aku masih beragama Kristen, aku pasti  memilih menjadi pengikut Yesus yang setia dengan jalan mengikuti apa yang dia  teladani dan contohkan.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Rasanya membahas masalah ini tidak akan habisnya, apakah masih  diteruskan atau kita beralih saja pada materi lain???</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Materi lain sebaiknya  kita bicarakan pada kesempatan lain saja. Biarlah kita tuntaskan masalah Sabat  ini dulu sampai selesai, sebab bagi saya ini masalah besar, bukan masalah  sepele, karena ancamannya begitu mengerikan bagi yang melanggar  hukum-hukumNya.</p>
<p align="justify">Jika saya yang peringatkan anda mungkin  tidak perlu anda gubris, tetapi jika Tuhan yang memperingatkan anda, apalagi  melalui FirmanNya dalam kitab suci anda sendiri yaitu alkitab, sebaiknya anda  perhitungkan. Biarlah kubacakan untuk anda sebagai bahan renungan untuk anda  pikirkan dengan kepala dingin dan hati yang tulus, yaitu <strong>Yak  2:10.</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=10">2:10</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum  itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap  seluruhnya.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Berdasarkan ayat alkitab tersebut, berarti  dari Sepuluh Firman Tuhan, jika hanya 9 (sembilan) yang dijalankan tetapi satu  diabaikan yaitu melanggar hukum Sabat, maka anda bersalah atas keseluruhan  perintah tersebut. Ini berarti sia-sialah iman anda.</p>
<p align="justify">Hal ini lebih diperkuat dengan <strong>Yakobus  2:14</strong> yang bunyinya sebagai berikut :</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=14">2:14</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika  seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai  perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan  dia?</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Dan dalam <strong>Yakobus 2:17</strong> dikatakan  :</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=17">2:17</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Demikian juga halnya dengan iman: Jika  iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah  mati.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Nah berdasarkan ayat-ayat tersebut, karena  ada salah satu hukum yang anda langgar yaitu tidak menghormati dan tidak  melakukan dengan perbuatan (tidak mengkuduskan hari Sabat), maka sia-sialah iman  anda, atau iman anda telah dinyatakan “mati” oleh Tuhan.</p>
<p align="justify">Maaf saya tidak punya hak untuk mengatakan  dan menyatakan atau memvonis anda bahwa iman anda saat ini sia-sia atau mati,  tapi alkitab anda sendiri yang mengatakan demikian, dan saya hanya mengingatkan  dan memperlihatkan kebenaran ini pada anda.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Sepertinya saya harus banyak belajar dari bapak. Terus terang  saja, selama ini baru kali ini aku merasa paling sulit berdebat dengan  seseorang. Dan baru kali ini aku mendapatkan lawan debat yang sangat menguasai  persoalan. Dan yang sangat mengagumkan saya, adalah bapak justru beragama Islam.  Saya hargai dan salut atas ilmu bapak!!!</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Terimakasih atas pujian  dan penghargaan anda, tetapi seharusnya anda tidak perlu memuji saya berlebihan,  sebab ilmu yang kuperoleh juga berasal dari Allah. Oleh sebab itu menurut ajaran  saya dalam agama Islam, yang berhak menerima pujian hanyalah Allah  Swt.</p>
<p align="justify">Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya  sampaikan, tetapi yang paling penting dan perlu anda renungkan cukup sekitar 7  (aslinya 20) hal, masalah “hari Minggu” sebagai berikut :</p>
<table border="0" cellspacing="3" cellpadding="3" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%">
<ul>
<li>
<p align="justify">Allah tidak berhenti bekerja pada hari  Minggu.<br />
Allah dan Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.<br />
tidak ada  hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu<br />
Allah dan Yesus tidak pernah  mengkuduskan hari Minggu<br />
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari  Minggu<br />
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari  Minggu<br />
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi  kristen.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>Kristen : </strong><br />
Sekali lagi seperti yang sudah saya katakan bahwa menurut iman  kami, “bukan harinya yang penting”, tetapi yang penting dalam seminggu harus ada  “satu hari perhentian” yang dikuduskan sebagai hari ibadah. Dan kami menganggap  hari Minggu adalah juga hari suci, karena yesus bangkit dari kematiannya pada  hari Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Maaf, rasanya tidak  perlu lagi saya mengomentari jawaban anda yang bolak balik ke itu-itu. Harapanku  jujurlah dalam menanggapi sesuatu, apalagi kita ini sedang membicarakan  masalah-masalah firman Tuhan yang dianggap benar datang dari Tuhan. Jika kita  membohongi, tapi hati kecil kita katakan itu benar, maka hal itu hanya akan  menambah banyaknya rentetan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Nya  nanti. Cobalah renungkan nasihat Yesus seperti ini :</p>
<p align="justify"><strong>Yohanes :</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=43&amp;c=14&amp;v=15">14:15</a></p>
</td>
<td width="91%" valign="top">
<p align="justify">&#8220;Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan  menuruti segala perintah-Ku.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=43&amp;c=15&amp;v=10">15:10</a></p>
</td>
<td width="91%" valign="top">
<p align="justify">Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu  akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan  tinggal di dalam kasih-Nya.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Saya kira sabda Yesus dalam dua ayat itu  sangat jelas sekali maknanya. Anak kecilpun paham apa maksud sabda Yesus  tersebut yakni jika ingin mencintai dan menjadi pengikutnya yang setia, ikutilah  segala perintahnya, agar anda berada dalam kasihnya. Jika anda tidak mengikuti  perintahnya, berarti anda tidak mencintai dia.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Saya tetap mencintai Yesus dan menjalankan perintahnya, hanya  saja mungkin dengan cara yang berbeda.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Justru karena anda  jalankan secara berbeda itulah, maka anda menjadi bukan pengikutnya, tetapi  pengikut ajaran pendeta atau gereja anda. Apa susahnya anda tinggalkan ajaran  manusia dan mengikuti ajaran Yesus? Yang namanya pengikut Yesus, berarti dia  harus konsekuen dan konsisten dengan apa yang yesus katakan. Coba anda renungkan  sabda yesus ini :</p>
<p align="justify"><strong>Matius</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?c=5&amp;v=18">5:18</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya  selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan  ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya  terjadi.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Nah ini berarti bahwa seluruh hukum Taurat  itu masih berlaku dan harus anda jalankan, termasuk mengkuduskan hari Sabat.  Artinya anda harus tinggalkan beribadah hari Minggu dan kembali ke hari Sabtu.  Apalagi seumur hidupnya Yesus hanya beribadah dan mengkuduskan hari Sabat, dan  tidak sekalipun Yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu!</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Biarlah kita berjalan pada garis masing-masing. Bagi kami, yesus  adalah sebagai juruselamat umat manusia. Menurut saya yang penting adalah  jaminan keselamatan yang pasti, yaitu bila kita beriman dan percaya kepada Yesus  yang telah bangkit pada hari Minggu sebagai hari kemenangannya atas iblis, untuk  menebus dosa-dosa manusia.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Kalau salah satu jalan  keselamatan itu hanya beriman dan percaya kepada yesus, maka semua umat Islam  juga beriman dan percaya kepada Yesus yang disebut sebagai nabi Isa As. Menurut  saya, keselamatan yang pasti, bukan hanya sekedar beriman dan percaya kepada  Yesus, tetapi bagaimana melakukan semua perintahnya dan perintah Tuhannya Yesus  yaitu Allah Swt.</p>
<p align="justify">Percuma anda hanya beriman dan percaya  Yesus, jika semua perintahnya tidak anda lakukan !!!</p>
<p align="justify">Yesus beribadah seumur hidupnya pada hari  Sabat, anda malah beribadah pada hari Minggu. Bukankah anda telah mengingkari  bahkan menghianati beliau? Bukankah apa yang yesus contohkan harus diikuti oleh  penganutnya? Coba simak baik – baik sabda Yesus ini :</p>
<p align="justify"><strong>Matius</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?c=7&amp;v=21">7:21</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku:  Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan  kehendak Bapa-Ku yang di sorga.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Saya rasa, ayat ini sangat jelas dan bagus  sekali buat anda renungkan, sebab sabda Yesus tersebut jelas sekali dia sendiri  yang mengatakan kepada pengikutnya, yang bermakna bahwa keselamatan itu harus  melakukan semua kehendak Bapanya yaitu Allah. Jadi pernyataan iman itu harus  disertai perbuatan, jika tidak maka sia-sialah iman anda. Kan tadi sudah  dibacakan yaitu Yoh 14 :15</p>
<p align="justify">Yohanes :</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=43&amp;c=14&amp;v=15">14:15</a></p>
</td>
<td width="91%" valign="top">
<p align="justify">&#8220;Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan  menuruti segala perintah-Ku.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Ini bermakna, jika anda benar-benar  mengasihi dia, ikutilah apa yang dicontohkan dan diajarkan yesus. Jika anda  tidak mengikuti jejak beliau, berarti anda tidak mengasihinya bukan?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Rasanya kita tutup saja masalah Sabat dan bagaimana jika kita  beralih ke materi lain?</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Karena sudah cukup larut  malam, materi lain kita bicarakan pada hari berikutnya. Aku mau tuntaskan sekali  lagi bahwa masih ada yang perlu anda renungkan untuk dibawa tidur pada malam  hari, yaitu bagaimana Allah menganjurkan agar mengikuti  Perintah-perintahNya.</p>
<p align="justify"><strong>Ulangan</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=5&amp;c=11">11:1</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">&#8220;Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu,  dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang  pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan  perintah-Nya.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>1 Raja</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=11&amp;c=8&amp;v=61">8:61</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN,  Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya  dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari  ini.&#8221;</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>Yesaya</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=23&amp;c=66&amp;v=22">66:22</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Sebab sama seperti langit yang baru dan  bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah  firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal  tetap.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=23&amp;c=66&amp;v=23">66:23</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti  Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di  hadapan-Ku, firman TUHAN.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Firman Tuhan seperti itu sudah sangat  jelas, tegas dan sangat rasional. Anak kecilpun paham apa yang Tuhan kehendaki  dari isi firman Nya itu. Apakah masih perlu aku jelaskan ?</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Terimakasih biar nanti akan kupelajari dirumahku  lagi.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Kalau tadi adalah  ayat-ayat anjuran Tuhan agar mengikuti Perintah dan ketetapan serta Peraturan  Nya, maka ada juga ayat-ayat yang berisi ancaman bila anda tidak  melaksanakannya. Mudah-mudahan dengan adanya ancaman dari Tuhan, anda akan  pikirkan lebih serius lagi, sebab ini menyangkut keselamatan abadi di akhirat  nanti. Lebih baik kita tidak disukai manusia, asal disukai dan disayangi oleh  Tuhan.</p>
<p align="justify"><strong>Yesaya</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=23&amp;c=8&amp;v=20">8:20</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">&#8220;Carilah pengajaran dan kesaksian!&#8221; Siapa  yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit  fajar.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>Yakobus</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=10">2:10</a></p>
</td>
<td width="92%" valign="top">
<p align="justify">Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum  itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap  seluruhnya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=14">2:14</a></p>
</td>
<td width="92%" valign="top">
<p align="justify">Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika  seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai  perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=17">2:17</a></p>
</td>
<td width="92%" valign="top">
<p align="justify">Demikian juga halnya dengan iman: Jika  iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah  mati.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Wah….terimakasih….anda begitu menguasai, dan biarlah ini menjadi  PR saya. Tetapi kami yakin bahwa kami umat Kristen tetap menghormati dan  mengkuduskan Sabat, Cuma harinya saja hari Minggu.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Baiklah biarlah semua  itu menjadi PR bagi anda. Sekedar renungan, bahwa sebelumnya Tuhan telah  informasikan bahwa pada suatu saat nanti hukum-hukumNya serta hari-hari SabatNya  akan dibengkokkan orang, dan hal ini telah terbukti hampir semua orang Kristen  telah membengkokkannya, termasuk anda sendiri. Coba anda baca Yehezkiel 22:  26.</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=26&amp;c=22&amp;v=26">22:26</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku  dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang  kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan  yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku  dinajiskan di tengah-tengah mereka.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Nah, jika anda ingin meluruskan kembali  informasi Tuhan tersebut, maka berbuatlah sesuatu untuk membela firman-firman  Allah yang benar, dan jangan sampai anda ikut terjerumus seperti mereka-mereka  itu.</p>
<p align="justify">Mestinya anda harus menjadi pelopor dalam  mengembalikan ke 10 firman Tuhan yang telah mereka obah dan langgar. Kristen  protestan adalah agama “reformasi” yaitu apa yang dilakukan oleh Martin Luther.  Banyak hal yang berhasil Martin Luter protes, sehingga muncullah agama baru  yaitu protestan, tetapi sayangnya, salah satu dari beberapa kegagalan Martin  Luther adalah masalah penyucian hari Sabat, yang telah dirobah oleh penguasa  Katolik menjadi hari Minggu.</p>
<p align="justify">Jika anda merasa benar hari Sabat yang  jatuh pada hari Sabtu itu sudah dilanggar bahkan dirobah oleh pemimpin Gereja  menjadi hari Minggu, berarti anda dan semua umat Kristen dan Katolik telah  melanggar salah satu dari Sepuluh Firman Tuhan tersebut, berarti mereka telah  berbuat salah atas seluruh hukum itu. Coba renungkan ayat alkitab ini  :</p>
<p align="justify"><strong>Yakobus</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=59&amp;c=2&amp;v=10">2:10</a></p>
</td>
<td width="92%" valign="top">
<p align="justify">Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum  itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap  seluruhnya.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Saya kira ayat ini sangat baik sekali.  Bahkan rasanya satu ayat ini telah mewakili seluruh isi dari 10 firman Allah.  Artinya hanya dengan melanggar salah satu hukum Tuhan, sama saja telah bersalah  atas seluruh hukum itu.</p>
<p align="justify"><strong>Kristen  :</strong><br />
Baiklah saya kira cukup diakhiri sampai disini saja, nanti  dilanjutkan besok lagi. Anda sangat luar biasa sekali!!! Terang terang saja,  baru kali ini aku ketemu dengan orang yang bisa berdialog sedetail ini. Saya  mendapatkan banyak ilmu dan pemahaman dari Bapak. Paling tidak aku mendapatkan  banyak wawasan ilmu kristologi dari dialog ini. Saya harap dialog seperti ini  bisa diteruskan pada hari-hari berikutnya dengan materi yang lain.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Sebelum kita akhiri,  saya ingin sampaikan, bahwa apabila anda ingin menjadi orang Kristen yang baik,  cobalah anda kritisi kandungan kitab suci anda, karena bukan tidak mungkin  banyak ajaran-ajaran yang benar telah diselewengkan oleh mereka yang tidak  bertanggungjawab.</p>
<p align="justify">Salah satu bukti otentik, yaitu seperti  yang kita bahas yaitu masalah keabsahan hari Sabat dalam 10 firman Tuhan.  Ternyata hanya sebagian kecil saja yang masih konsisten dan konsekuen memelihara  dan mengkuduskan yaitu dari sekte Advent.</p>
<p align="justify">Ini berarti sebagian besar telah melanggar  kekudusan hari Sabat, padahal ancaman bagi mereka yang melanggar begitu berat,  yaitu dihukum mati. Coba anda renungkan jaminan Allah bagi mereka yang  memelihara hukum Sabat Tuhan.</p>
<p align="justify"><strong>Yesaya</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=23&amp;c=58&amp;v=13">58:13</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum  Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau  menyebutkan hari Sabat &#8220;hari kenikmatan&#8221;, dan hari kudus TUHAN &#8220;hari yang  mulia&#8221;; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu  dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong  kosong,</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=23&amp;c=58&amp;v=14">58:14</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">maka engkau akan bersenang-senang karena  TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan  kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub,  bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang  mengatakannya.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Ingat!!! Tuhan tidak mungkin ingkar janji,  apa yang keluar dari mulut Nya, pasti akan terjadi. Hal ini sesuai dengan  firman-Nya dalam :</p>
<p align="justify"><strong>Mazmur</strong></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="justify"><a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/verse/?b=19&amp;c=89&amp;v=34">89:34</a></p>
</td>
<td width="100%" valign="top">
<p align="justify">(89-35) Aku tidak akan melanggar  perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan  Kuubah.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Oleh sebab itu janji yang Dia ucapkan  dalam Yesaya 58: 13-14 tadi, merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan dan  menyenangkan. Tidak ada lagi kesenangan yang lebih besar selain kesenangan yang  langsung diberikan Tuhan atas janjiNya terhadap mereka yang taat menjalankan  hukum-hukum Nya.</p>
<p align="justify">Bayangkan saja, janji dan jaminan Nya  begitu menggiurkan, begitu menjanjikan kesenangan yang tiada tara hanya karena  memelihara salah satu hukumNya saja, yaitu memelihara dan mengkuduskan hari  Sabat, apalagi jika anda menjalankan semuanya, sungguh luar biasa!!!</p>
<p align="justify"><strong>Kristen : </strong><br />
Baiklah. Semoga semua ini menjadi PR bagiku. Sekali lagi saya  ucapkan terimakasih atas diskusi kita pada malam hari ini, terimakasih juga  telah merepotkan bapak menyediakan minuman dan makanan. Kalau boleh besok kita  ganti dengan materi yang lain saja, dan saya kira masalah hari Sabat kita tutup  saja sampai disini.</p>
<p align="justify"><strong>Islam :</strong><br />
Terimakasih kembali. Dan  saya mohon maaf jika selama kita berdialog, ada kata-kata yang salah atau  menyinggung perasaan anda. Apa yang saya sampaikan itu bukan dari pikiran saya,  kemauan dan kehendak saya sendiri, tetapi semua itu berdasarkan dalil-dalil yang  saya ambil dari kitab anda sendiri. Saya hanya sekedar menunjukkan apa yang  mestinya anda ketahui, anda pelihara dan anda amalkan.</p>
<p align="justify">Saya yakin, jika anda benar-benar ingin  mencari jalan yang benar, Insya Allah Tuhan akan membimbing anda pada ajaran  yang hakiki dan yang diridhoi Nya.</p>
<p>Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=173&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/%e2%80%9ckontroversi-hari-sabat-versi-islam-%e2%80%93-kristen-yahudi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Story of Supriyanto in Bogor EduCARE</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/the-story-of-supriyanto/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/the-story-of-supriyanto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[my posting]]></category>
		<category><![CDATA[story of supri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya banyak kenikmatan yang tiada tara baik nikmat iman, nikmat islam, nikmat panjang umur dan banyak lagi, sehingga saya dapat menulis tentang pengalaman saya selama kuliah di Bogor EduCARE. Tak lupa selawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=165&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.<a href="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/20090706180347.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-201" title="20090706180347" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/20090706180347.jpg?w=460" alt=""   /></a></p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya banyak kenikmatan yang tiada tara baik nikmat iman, nikmat islam, nikmat panjang umur dan banyak lagi, sehingga saya dapat menulis tentang pengalaman saya selama kuliah di Bogor EduCARE. Tak lupa selawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang seperti sekarang ini.</p>
<p>Pada awalnya setalah saya lulus dari SMA saya tidak tahu akan dilanjutkan study saya atau akan mencari pekerjaan, tapi niat saya dalam hati saya ingin melanjutkan sekolah saya tapi keinginan orang tua saya adalah saya harus kerja agar membantu keungan keluarga, mungkin banyak sebab kenapa orang tua saya ingin saya bekerja. Pertama karena orang tua saya yang sudah berusia lanjut, Kedua ayah saya terkena penyakit <em>struk</em><strong> </strong>ketika saya lulus SMP. Walaupun begitu saya tetap berniat untuk melanjutkan study saya dan hanya kakak saya yang mendukung saya untuk melanjutkan study saya. Oleh karena itu saya sering berdebat dengan orang tua saya, sampai-sampai orang tua saya marah besar dengan saya. Dan akhirnya saya pun akan mengikuti kemauan orang tua saya untuk mencari pekerjaan.</p>
<p>Mungkin karena niat saya yang besar untuk melanjutkan study, akhirnya kakak saya mau untuk membiayai saya untuk kuliah, dan saya telah di terima kuliah di Polikteknik Pos Indonesia Jurusan Teknik Informatika, tapi karena biaya awalnya sangat besar dan saya pun mengundurkan diri dari Politeknik tersebut.</p>
<p>Pada suatu hari mertua dari kakak saya sedang berbelanja di pasar Cikreteg, dan beliau melihat pamphlet tentang Kuliah Gratis 100% di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor Educare</a>. setelah itu beliau memberitahukan kepada kakak saya hal tersebut, dan akhirnya saya mencoba untuk mendaftar di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor Educare</a>. dan setelah melalui beberapa test, akhirnya saya diterima bersekolah di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> tersebut. Pertama saya kira ini benar-benar gratis atau hanya tipuan saja, tetapi setelah saya mengeceknya ternyata <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> benar-benar tempat kuliah yang gratis 100% dan dengan kualiatas lulusan yang bagus dan siap untuk bekerja.</p>
<p>Pertama saya masuk kuliah di Bogor EduCARE ini saya tidak yakin akan dapat sampai selasai kuliah di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini, karena matakuliah yang sangat berat, dan padat. Tapi setelah di jalani beberapa waktu ternyata banyak sekali manfaat dan pengalaman baru yang sangat mengasikan. Dan setiap matakuliah pun terasa sangat mengasikan ketika saya mulai menyukai semua yang ada di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini. Walaupun saya datang dari Karang Bahagia (salah satu nama kecamatan di daerah Kabupaten Bekasi) dan tiada teman maupun keluarga yang menemani saya di wilayah Bogor ini. Tapi setelah beberapa lama saya mendapatkan banyak teman yang sangat baik-baik dan dapat saling mengerti satu sama lain.</p>
<p>Di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini saya mendapatkan banyak pengetahuan yang baru dan sangat bermanfaat untuk saya dan juga kehidupan saya. Salah satunya adalah sewaktu saya masih sekolah dasar sampai lulus SMA saya tidak suka dengan pelajaran yang namanya Bahasa Inggris, dan ketika saya masuk ke <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini pelajaran yang di pelajari 50% adalah matakuliah Bahasa Inggris. Dan setelah saya menjalani kegiata belajar di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> perasaan saya yang tidak suka dengan bahasa inggris berubah menjadi sangat menyenanginya. Dan banyak lagi yang saya dapatkan selama belajar di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini. dan sekarang saya tidak lama akan meningalkan kampus tercinta saya ini. saya meninggalkannya karena saya akan melakukan praktek industri dimana itu adalah salah satu dari syarat kelulusan dari <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini.</p>
<p>Adapaun duka saya ketika belajar di <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini adalah ketika saya merasa bosan atau tidak suka terhadap salah satu atau salah banyak pelajaran yang diajarkan, dan ketika itu saya akan merasa tidak nyaman belajar matakuliah tersebut. Tapi untuk itu saya selalu mencari solusi untuk menghilangkannya. Salah satunya adalah dengan mencari motivasi diri sendiri maupun motivasi dari orang lain. Dan alhamdulillah apabila kita ada kemauan pasti ada jalan. Dan sekarang saya pasti akan merasakan kehilangan akan kebersamaan dengan teman-teman saya di kampus maupun teman saya yang satu kosan dengan saya, karena kami semau anak-anak <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> akan melakukan Praktek Idustri di berbagai perusahaan yang ada di Indonesia. Praktek industri ini dilakukan karena itu adalah salah satu syarat kelulusan dari <a href="http://www.bogoreducare.org/">Bogor EduCARE</a> ini. tentunya Praktek Idustri ini akan kami lakukan setelah kami melalui Ujian Akhir Cawu 3 yang sekarang sedang berjalan.</p>
<p>Saya mempunyai sebuah pesan untuk semua teman saya, pesannya adalah “teman ketika kita akan menghadapi sebuah masalah atau apapun yang di anggap sulit dan tidak dapat bisa kita selesaikan, maka persaan tersebut akan datang karena kita tidak mempunyai sikap dan mental positif untuk menyelesaikan itu, untuk itu marilah kita tanamkan sikap dan mental positip pada diri kita, agar setiap ada masalah kita dapat menyelesaikannya dengan baik”. Baiklah mungkin hanya seperti ini yang dapat saya tulis, mohon maaf apabila banyak kata-kata yang salah. <strong>Teman selamat berjuang untuk menjadi orang yang berhasil…….!!!</strong></p>
<p>Wassalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p>Created by supriyanto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=165&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/12/the-story-of-supriyanto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/20090706180347.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20090706180347</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Kembali ke Syariat Islam</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/saatnya-kembali-ke-syariat-islam/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/saatnya-kembali-ke-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 07:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Saatnya kembali ke syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: TG KH Buya Tohlon Abdurrouf, Ketua MUI Sumatera Selatan “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al A’raaf [7]: 96). Keberadaan manusia di muka bumi ini, dengan karunia akal yang dimiliki, adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=156&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: TG KH  Buya Tohlon Abdurrouf, Ketua MUI Sumatera Selatan</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-163" title="254" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/2541.jpeg?w=460" alt="254"   /></p>
<p>“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al A’raaf [7]: 96).</p>
<p>Keberadaan manusia di muka bumi ini, dengan karunia akal yang dimiliki, adalah untuk mengelola bumi ini. Di antara berbagai makhluk yang ada, karena akal tadi, hanya manusia yang berkemampuan melakukan pengelolaan bumi dan segala isinya.</p>
<p>Tentu saja, hakikatnya Tuhan bisa membuat segala sesuatu berjalan baik, tanpa keberadaan manusia sekalipun. Matahari selalu tunduk beredar menurut lintasannnya, air selalu patuh mengalir, menguap, membeku dan seterusnya, sehingga kehidupan ini berjalan. Sekalipun begitu, Allah SWT tetap saja, sesuai dengan kehendak-Nya, menempatkan manusia di bumi ini dengan tugas yang amat ‘ekslusif’ tadi. Tidak mengherankan, bila kemudian manusia disebut sebagai wakil Tuhan di muka bumi. (TQS. Faathir [35]: 39).</p>
<p>Tuhan tidak mengambil alih pengaturan kehidupan di bumi, tetapi mewakilkannya kepada manusia. Sungguh, suatu kemuliaan bagi makhluk yang bernama manusia. Hanya saja, yang namanya wakil/utusan, bisa saja ia adalah utusan yang patuh dan bisa pula utusan yang ingkar.<span id="more-156"></span></p>
<p>Mengelola sesuatu, tentu mesti ada aturan main yang diikuti. Menjalankan sebuah mesin, mesti mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh pihak pembuat mesin tersebut. Tanpa itu, kekacauan, kerusakan, hang dan crash akan terjadi. Ini adalah fitrah dan berlaku universal serta abadi. Karena bumi dan alam semesta ini, tidak ada penciptanya, kecuali Allah SWT semata, maka panduan dalam pengelolaan bumi ini harus berasal dari Allah SWT juga. Tanpa itu, yang terjadi hanya kekacauan. Akal bagi manusia adalah digunakan untuk membaca, memahami panduan tadi dan mengkaitkannya dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan bumi. Inilah pemikiran mendasar yang harus diterima oleh siapapun yang benar-benar berpikir.</p>
<p>Tsunami, Lapindo dan berbagai bencana yang melanda negeri ini terjadi akibat ulah manusia yang tidak menerima hukum-hukum Allah; syariat Islam. Maka seluruh rakyat Indonesia harus kembali meneruskan perjuangan kepada syariat Islam. Jika syariat Islam diterima dan diterapkan, maka kesejahteraan itu akan diraih. Tapi ingat, syariat Islam yang dimaksud adalah keseluruhan hukum-hukum Islam, fikih politik, fikih ekonomi, fikih sholat dan keseluruhan fikih-fikih lainnya.</p>
<p>Panduan Sempurna</p>
<p>Berkaitan dengan panduan, yang berupa hukum-hukum untuk pengelolaan bumi ini, untuk itulah Allah SWT mengutus nabi-nabi-Nya. Nabi terakhir, penutup para nabi, adalah Nabi Muhammad SAW. Hubungan antar manusia yang semakin luas dan beragam dari abad-abad sebelumnya, maka sebagai penutup para nabi, ajaran yang dibawa Rasulullah SAW adalah ajaran lengkap dan sempurna. Alquran sebagai induk panduan tadi, mencangkup pembahasan berbagai persoalan. Tidak ada suatu persoalan pun yang dialpakan di dalam Alquran. (TQS. Yusuf [12] : 111 ).</p>
<p>Mengakui keberadaan adanya hukum-hukum Allah SWT dan mengakui pula itu semua harus diterapkan, adalah hakikat keberimanan seseorang. Orang-orang yang imannya diakui oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang beriman adalah yang di hatinya memiliki kehendak untuk menerapkan dan menerima sepenuh hati hukum-hukum yang dibawa oleh Rasulullah SAW tadi; Alquran dan Hadits. Tanpa ini semua, pengakuan keber-iman-an seseorang tidak memiliki arti sama sekali. Firman-Nya: Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (TQS. An Nissa [4] : 65). Demikian dalam pengelolaan bumi, Rasul SAW ditanya tentang persoalan pengairan, tindak pidana dan berbagai persoalan lainnya, disamping persoalan ibadah ritual/mahdhah.</p>
<p>Saatnya Sadar</p>
<p>Sudah seharusnya kita sadar, kalau harus menghabiskan energi, maka itu harus dihabiskan untuk penegakan syariat Islam semata. Bukti-bukti dari kerusakan yang ditimbulkan oleh berbagai bentuk penerimaan, kompromi dan penegakkan hukum-hukum jahiliyah sudah sedemikian nyata. Karenanya, keringat dan peluh harus kita kembalikan untuk menyuarakan satu solusi yang sama: syariat Islam. Ini merupakan usaha mengembalikan arah perjuangan para pahlawan kepada apa-apa yang mereka cita-citakan. Sejak semula, perjuangan terhadap syariat Islam sudah sedemikian jelas, yaitu ketika kesultanan-kesultanan Islam menghadapi penjajah.</p>
<p>Sekaranglah saatnya kembali, di antara kita sudah sama-sama shalat, sama-sama shaum, sama-sama menutup aurat, sama-sama membaca Alquran, sama-sama bersedekah dan melakukan berbagai ibadah mahdhoh lainnya, dan bahkan sama-sama mengikuti partai politik, tetapi ada bagian yang kita tinggalkan; menyuarakan syariat Islam untuk kemudian menerapkannya dalam berbagai persoalan pengelolaan bumi dan laut.</p>
<p>Firman-Nya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali” (TQS. Ar Ruum [30]: 41).[</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=156&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/saatnya-kembali-ke-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/2541.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">254</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencontoh Pendidikan Rosulullah</title>
		<link>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/mencontoh-pendidikan-rosulullah/</link>
		<comments>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/mencontoh-pendidikan-rosulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 07:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>supriyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Rosul sebagai Teladan kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supriyanto2koma.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Jurnalnet.com (Jakarta): Derasnya serangan tsaqofah Barat seperti sikap hedonistik dengan implikasinya berupa gaya hidup hura-hura, konsumeristik, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistik, kebebasan yang salah arah dan lepas kendali serta tampilan pada anak didik sebagai generasi permisif dan anarkis yang telah disebutkan diatas secara eksplisit wujudnya. Serangan tersebut berakibat pada pengaruh dan peran pendidik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=154&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jurnalnet.com (Jakarta):</strong> Derasnya serangan tsaqofah Barat seperti sikap hedonistik dengan implikasinya berupa gaya hidup hura-hura, konsumeristik, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistik, kebebasan yang salah arah dan lepas kendali serta tampilan pada anak didik sebagai generasi permisif dan anarkis yang telah disebutkan diatas secara eksplisit wujudnya. Serangan tersebut berakibat pada pengaruh dan peran pendidik umat (guru) menurun drastic sehingga pendidik umat secara perlahan-lahan kehilangan kewibawaan dan keteladanan di tengah-tengah anak didik.</p>
<p>Akhirnya kita dihadapkan pada perkara inti yaitu bagaimana gambaran pola pendidikan Islam ? bagaimana pula sosok pendidik umat yang dibutuhkan untuk membangun kepribadian Islam pada anak didik kaum muslimin?. Pertanyaan ini akan mudah untuk dijawab jika kita memiliki pedoman yang jelas dan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah serta ber-azzam (bertekad kuat) untuk menggali dan mengeksplorasi khazanah Islam sebagai fundamendal pendidikan generasi muda yang handal. Karena sungguh didalam Al-Qur’an Sunnah telah dijelaskan dengan mendalam segala aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan. Maka dari itu penulis mencoba akan menguraikan pada penjelasan berikut ini.<img class="alignright size-full wp-image-157" title="525" src="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/525.jpeg?w=460" alt="525"   /></p>
<p><strong>ARAH DAN PILAR PENDIDIKAN ISLAM </strong><br />
Kersakan yang lama ada pada pola pendidikan di negara Barat sepatutnya ditinggalkan oleh kaum muslimin. Kerusakan tersebut timbul dikarenakan tidak adanya muatan ruhiyah dalam penelitian dan pengembangan sains dan teknologinya. Sehingga dampak yang bisa dirasakan, pola pendidikan tersebut menghasilkan output berpikir dan bersikap berdasarkan pada prinsip materialisme dengan menanggalkan prinsip syari’at Islam. Dari sinilah problem sosial kemasyarakatan muncul dan kerusakan tatanan kehidupan. sebagaimana telah disitir dalam ayat berikut ini</p>
<p><em>“Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan oleh karena tangan – tangan manusia “.</em> (Ar-Rum:41).<span id="more-154"></span></p>
<p>Segala urusan dunia jika solusinya diserahkan pada hasil pemikiran manusia tanpa melibatkan hukum-hukum Allah didalamnya, maka solusi tersebut tidak bisa menuntaskan masalah. Sehingga yang terjadi adalah fenomena tambal sulam ataupun gali lubang, tutup lubang atas masalah yang ada. Maka dari itu jika ingin menyelesaikan masalah tanpa masalah termasuk pendidikan harus berujung pangkal pada Islam.</p>
<p>Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad tidak sekadar melakukan perbaikan akhlaq. Namun lebih jauh lagi, turunnya Islam menjadi penyempurna dari semua agama yang ada dan memuat semua tata aturan kehidupan secara paripurna. Islam menjelaskan aturan mulai dari masuk kamar mandi hingga masuk parlemen, mulai dari menegakkan sholat hingga menegakkan Negara Islam. Demikian pula, Islam menjelaskan secara total bagaimana kaidah pendidikan sesuai dengan Khitab As-Syaari’. Jadi sangat disayangkan jika kaum muslimin berpaling dari Islam malah meniru total pendidikan ala Barat karena silau dengan kemajuannya.</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” </em>(Al-Baqoroh : 208).</p>
<p><em>“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata”(</em>QS.Al-Ahzab : 36)</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” </em>(QS.An-Nisa’: )</p>
<p>Sepanjang sejarah dunia, Islam telah terbukti mampu membangun peradaban manusia yang khas dan mampu menjadi pencerah serta penerang hampir seluruh dunia dari masa-masa kegelapan dan kejayaannya +13 abad lamanya. Factor paling menentukan atas kegemilangan Islam membangun peradaban dunia adalah keimanan dan keilmuannya. Tidak ada pemisahan ataupun dikotomi atas kedua factor tersebut dalam pola pendidikan yang diterapkan. Sehingga generasi yang dihasilkan juga tidak diragukan kehandalannya hingga kini.</p>
<p>Sebut saja tokoh Ibnu Sina sebagai sosok yang dikenal peletak dasar ilmu kedokteran dunia namun beliau juga faqih ad-diin terutama dalam hal ushul fiqh. Masih ada tokoh-tokoh dunia dengan perannya yang penting dan masih menjadi acuan perkembangan sains dan teknologi berasal dari kaum muslimin yaitu Ibnu Khaldun(bapak ekonomi), Ibnu Khawarizm (bapak matematika), Ibnu Batutah (bapak geografi), Al-Khazini dan Al-Biruni (Bapak Fisika), Al-Battani (Bapak Astronomi), Jabir bin Hayyan (Bapak Kimia), Ibnu Al-Bairar al-Nabati (bapak Biologi) dan masih banyak lagi lainnya. Mereka dikenal tidak sekadar paham terhadap sains dan teknologi namun diakui kepakarannya pula di bidang ilmu diniyyah.</p>
<p>Kalau begitu pola pendidikan seperti apa yang mampu mencetak generasi islam berkualitas sekaliber tokoh-tokoh dunia tersebut? Penting kiranya menyatukan persepsi tentang pendidikan sesuai kaidah Syara’. Hakekat pendidikan adalah proses manusia untuk menjadi sempurna yang diridhoi Allah SWT. Hakikat tersebut menunjukkan pendidikan sebagai proses menuju kesempurnaan dan bukannya puncak kesempurnaan, sebab puncak kesempurnaan itu hanyalah ada pada Allah dan kemaksuman Rasulullah SAW. Karena itu, keberhasilan pendidikan hanya bisa dinilai dengan standar pencapaian kesempurnaan manusia pada tingkat yang paling maksimal. Setelah diketahui hakikat pendidikan maka berikutnya bisa dirumuskan tujuan dari pendidikan Islam yang diinginkan yaitu :</p>
<p>Membangun kepribadian islami yang terdiri dari pola piker dan pola jiwa bagi umat yaitu dengan cara menanamkan tsaqofah Islam berupa Aqidah, pemikiran, dan perilaku Islami kedalam akal dan jiwa anak didik. Karenanya harus disusun dan dilaksanakan kurikulum oleh Negara.</p>
<p>Mempersiapkan generasi Islam untuk menjadi orang ‘alim dan faqih di setiap aspek kehidupan, baik ilmu diniyah (Ijtihad, Fiqh, Peradilan, dll) maupun ilmu terapan dari sains dan teknologi (kimia, fisika, kedokteran, dll). Sehingga output yang didapatkan mampu menjawab setiap perubahan dan tantangan zaman dengan berbekal ilmu yang berimbang baik diniyah maupun madiyah-nya.<br />
Kedua tujuan dari pola pendidikan Islam bisa terlaksana jika ditopang dengan pilar yang akan menjaga keberlangsungan dari pendidikan Islam tersebut. Pilar penopang pendidikan Islam yang dibutuhkan untuk bekerja sinergis terdiri dari :</p>
<p><strong>Keluarga</strong><br />
Dalam pandangan Islam, keluarga merupakan gerbang utama dan pertama yang membukakan pengetahuan atas segala sesuatu yang dipahami oleh anak-anak. Keluarga-lah yang memiliki andil besar dalam menanamkan prinsip-prinsip keimanan yang kokoh sebagai dasar bagi si anak untuk menjalani aktivitas hidupnya. Berikutnya, mengantarkan dan mendampingi anak meraih dan mengamalkan ilmu setingggi-tingginya dalam koridor taqwa. Jadi keluarga harus menyadari memiliki beban tanggung jawab yang pertama untuk membentuk pola akal dan jiwa yang Islami bagi anak. Singkatnya, keluarga sebagai cermin keteladanan bagi generasi baru. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>كلّ مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصّرانه أو يمجّسانه</p>
<p>“Setiap anak dilahirkan atas fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak itu beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)<br />
رضى الرّبّ في رضى الوالدوسخط الرّبّ في سخط الولد</p>
<p>“Ridho Tuhan terletak pada ridho orang tua, demikian juga kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan orang tua.” (HR.Al-Bukhori no.6521)</p>
<p><strong>Masyarakat</strong><br />
Pendidikan generasi merupakan aktivitas yang berkelanjutan tanpa akhir dan sepanjang hayat manusia. Oleh karena itu, pola pendidikan Islam tidak berhenti dan terbatas pada pendidikan formal (sekolah), namun justru pendidikan generasi Islami yang bersifat non formal di tengah masyarakat harus beratmosfer Islam pula. Kajian tsaqofah islam serta ilmu pengetahuan dan sarana penunjangnya menuntut peran aktif dari masyarakat pula. Ada beberapa peran yang bisa dimainkan masyarakat sebagai pilar penopang pendidikan generasi islami yaitu sebagai control penyelenggaraan pendidikan oleh negara dan laboratorium permasalahan kehidupan yang kompleks.</p>
<p>خذاالحكمة ممن سمعتموها فانه قديقول الحكمة غير الحكيم وتكون الرمية من غير رام</p>
<p>“Ambillah hikmah yang kamu dengan dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62))</p>
<p>العلم ضالة المؤمن حيث وجده أخذه</p>
<p>Hikmah laksana hak milik seorag mukmin yang hilang. Dimanapun ia mejumpainya, disana ia mengambilnya (HR. Al-Askari dari Anas ra)</p>
<p><strong>Madrasah</strong><br />
Tempat untuk mengkaji keilmuan lebih intensif dan sistematis terletak pada Madrasah. Semasa Rasulullah SAW, masjid-masjid yang didirikan kaum muslimin menjadi lembaga pendidikan formal bagi semua manusia. Didalamnya tidak semata-mata membahas ilmu diniyah, namun juga ilmu terapan. Rasulullah menjadikan masjid untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam, tapi penyusunan strategi perang pun juga seringkali dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat didalam masjid. Sedangkan dimasa modern saat ini pendidikan bisa dialihkan yang semula masjid ke tempat dengan fasilitas yang menunjang dalam proses pembelajaran lebih efektif baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. Hal ini sah-sah saja dan tidak bisa dianggap sebagai upaya memisahkan anak didik dari masjid.</p>
<p>Peradaban Islam mengalami puncak kegemilangan pada saat Bani Abbasiyah memegang tampuk kekuasaan dalam system pemerintah Khilafah Islamiyah. Sepanjang pemerintahan Khilafah Abbasiyah, perhatian sangat besar diberikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan pola pendidikan islami. Sejarah mencatat berdirinya Bait Al-Hikmah sebagai madrasah dengan jenjang pendidikannya yang sistematis. Bait Al-Hikmah dibangun oleh Khalifah Al-Ma’mun yang dikenal sebagai khalifah pencinta ilmu pengetahuan. Dari Bait Al-Hikmah inilah lahir tokoh-tokoh muslim ternama yang telah disebutkan sebelumnya. Juga Bait Al-Hikmah lah menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang didatangi oleh semua orang dari segala penjuru dunia termasuk Barat. Dan munculnya Renaissance di Eropa terjadi setelah banyak orang Eropa menggali ilmu pengetahuan dari bait Al-Hikmah.</p>
<p>Sistematika pendidikan islam yang bisa diterapkan dalam madrasah dikelompokkan secara berjenjang (marhalah) yang harus memperhatikan fakta anak didik di setiap tingkatan. Tentunya bobot yang diberikan disetiap tingkatan memiliki komposisi yang berbeda namun proporsional. Sedangkan keberhasilan sistematika pendidikan islami yang ada pada madrasah tergantung pada para tenaga pendidiknya. Perkembangan sikap dan pemahaman yang terdapat pada anak didik merupakan tanggung jawab terbesar pada para tenaga pendidik. Lebih dari itu, syakhsiyah Islamiyah yang dicita-citakan pada anak didik menjadi sempurna apabila para tenaga pendidiknya lebih dahulu memiliki syakhsiyah islamiyah tersebut dan mampu meningkatkan secara berkelanjutan. Madrasah meletakkan harapan besar kepada para tenaga pendidik untuk memberikan proses yang tidak sekadar transfer of knowledge tapi juga cultivate of spirit and value. Maka dari itu arti guru yaitu digugu dan ditiru benar-benar bisa terlaksana dan terjaga dengan baik.</p>
<p><em><strong>Sumber: </strong></em><br />
Arif Firmansyah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supriyanto2koma.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supriyanto2koma.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supriyanto2koma.wordpress.com&amp;blog=7831341&amp;post=154&amp;subd=supriyanto2koma&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supriyanto2koma.wordpress.com/2009/08/06/mencontoh-pendidikan-rosulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d67eff69dfb9e267e002ed1638ee348?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">supriyanto2koma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://supriyanto2koma.files.wordpress.com/2009/08/525.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">525</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
